Kisah mantan Wakapolri selamatkan Teten Masduki dari pembunuhan
Merdeka.com - Teten Masduki tak akan lupa kejadian di Makassar, 1998. Aktivis antikorupsi itu menjadi target pembunuhan. Ke mana pun kakinya melangkah selalu diikuti para preman.
Dia hadir atas undangan Forum Wartawan Sulawesi Selatan dan LSM. Teten diminta bicara soal transparansi dan korupsi. Dalam perjalanan ada perintah agar Teten tak mendatangi lokasi acara. Kemudian diarahkan ke sebuah hotel, di sana sudah ramai orang berkumpul.
"Saya mau hadapi jika dialog, kawan-kawan bilang mereka bukan mau diskusi tapi menghabisi," ungkap Teten dalam buku 'Jusuf Manggabarani Cahaya Bhayangkara' karya Nur Iskandar.
Anggota LSM lalu membawa Teten dengan mobil Taft. Bak film action mobil itu terus dikejar. Akhirnya Teten disembunyikan di lantai dua kantor Aliansi Jurnalis Independen (AJI). Malam hari datanglah Kapolwiltabes Makassar Kombes Jusuf Manggabarani. Teten berkenalan, semua hormat dengan Jusuf.
"Mas Teten, saya bertanggung jawab dengan keamanan di kota ini. Soal Mas Teten aktivis ada garansi dari Presiden Habibie. Saya sebagai aparat negara wajib melindungi Mas Teten di sini," kata Jusuf.
Mendengar itu Teten merasa tenang. Dia menyampaikan tubuhnya sudah terasa lelah dan stres dikejar-kejar. Teten dilarang kembali ke hotel semula. Dia dibawa dengan mobil Jusuf, lalu ditempatkan di Hotel Sahid. Ternyata orang asing tetap menguntit mobil itu.
Teten mendapat pengawalan super ketat, Jusuf juga menempatkan anak buahnya mulai dari halaman, lobi dan kamar hotel. "Kalau ada yang ketuk kamar lihat dulu," kata Teten mengingat pesan Jusuf. (mdk/hhw)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya