Kisah korban penculikan Tim Mawar Kopassus

Reporter : Nurul Julaikah | Selasa, 9 April 2013 09:03




Kisah korban penculikan Tim Mawar Kopassus
Gladi Bersih TNI. ©2012 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Cerita berdarah di balik Lapas Cebongan Yogyakarta pada 23 Maret lalu menyisakan pengalaman tersendiri bagi korban penculikan Tim Mawar Kopassus Tahun 1997-1998. Salah satu korban penculikan dari 23 mahasiswa yang masih hidup, Mugiyanto menuturkan perlakuan keji yang dilakukan oleh Kopassus saat itu.

Mugiyanto yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Ikatan Komisi Orang Hilang (IKOHI) mengaku, dulu dia diculik bersama 23 mahasiswa yang melakukan demonstrasi di Semanggi oleh Tim Mawar Kopassus. Dia bersama teman-temannya dibawa ke suatu tempat yang awalnya tidak dia ketahui dengan mata tertutup.

"Saya diculik sebagai aktivis bersama 23 orang lainnya selama dua hari di tempat x yang kita ketahui itu di Cijantung, Markas Kopassus. Tetapi sembilan orang dilepas," cerita Mugiyanto saat berbincang dengan merdeka.com, Senin(9/4).

Dia menceritakan, selama dua hari disekap oleh pasukan baret merah, hari demi hari dia selalu menerima siksaan tanpa jeda. Dengan mata ditutup, sekujur tubuhnya dipukuli. Tak hanya itu dia juga disetrum dengan mesin listrik.

"Kita disekap, diinterogasi, disiksa alat strum, dipukul dan mata ditutup," terangnya.

Walaupun disiksa, dia bersama teman-temannya tetap dikasih makan nasi padang dua kali sehari oleh Kopassus. Tetapi, karena kondisi mulut hancur, sama saja, terpaksa makanan yang sedianya enak untuk dinikmati harus tak termakan.

"Kita dikasih makanan nasi padang lauknya ikan, tapi karena mulut saya hancur ya enggak bisa makan," kisah Mugi.

Setelah disekap selama dua hari di ruang tahanan bawah tanah, dia bersama teman-temannya yang masih hidup dibawa ke Mapolda Metro Jaya. Tetapi, selang tiga bulan dia telah dilepas oleh pihak Polda atau tepatnya karena Suharto yang saat itu menjabat sebagai presiden sudah lengser.

Namun, saat ini ruangan bawah tanah yang digunakan penyekapan mahasiswa kala itu sudah ditutup untuk menghilangkan jejak. Dia mengaku baru mengetahui tempat penganiayaan tersebut merupakan markas Kopassus di Cijantung setelah dilakukan penyelidikan dan investigasi baik dari TNI AD, Polri maupun Komnas HAM dan LSM KontraS yang saat itu baru berdiri.

Baca juga:
Solidaritas Korps Baret Merah minta berantas preman!
SBY: Saya bangga dengan kejujuran Kopassus
Mayjen Hartind: Simpati ke Kopassus tidak dikondisikan
Korban penculikan: Dukungan untuk Kopassus itu sesat!
5 Alasan Kopassus dapat simpati publik dalam kasus Cebongan

[lia]
Kunjungi portal hao123 untuk akses internet aman dan nyaman


JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya







Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG
LATEST UPDATE
  • Kuli panggul Priok kesal napi korupsi bisa S2 di penjara
  • JK usul potong jam kerja, Ahok minta tak remehkan perempuan
  • Tahun depan PT PP incar laba bersih Rp 730 miliar
  • Hotel mewah untuk kucing dibanderol Rp 4,7 juta per minggu
  • Ditolak sana-sini, Ahok tetap larang motor masuk Jl MH Thamrin
  • Jessica Iskandar berharap Ludwig mau mengakui pernikahan mereka
  • Gara-gara tas berisi lipstik, penjambret bonyok diamuk massa
  • Gelar Munas Januari, Agung Laksono tak gubris kritikan kubu Ical
  • Menkum HAM sepakat libatkan DPD dalam revisi UU MD3
  • Suka memuji, Simon Cowell terpikat pada Cheryl Cole?
  • SHOW MORE