Kisah korban Lion Air, AKBP Mito anak petani yang jadi pendidik polisi berprestasi
Merdeka.com - Dian menggandeng putranya Dito, mendatangi posko Basarnas di Jakarta International Container Terminal (JICT) II, Jakarta Utara, Rabu (31/10). Dia tiba sekitar pukul 14.30 WIB. Bersama anak dan keluarganya. Dian memperhatikan satu per satu barang barang yang ditemukan tim SAR di JICT. Kesedihan terpancar dari wajahnya saat mencermati barang-barang temuan tim SAR.
Langkahnya terhenti saat berada di tumpukan tas. Dian terduduk memeriksa satu-persatu. Beberapa tas dilihatnya begitu teliti. Saat itu ada satu tas berwana cokelat yang diambil. Dian pun meminta anaknya memastikan apakah itu barang milik ayahnya. Selama kurang lebih 10 menit mengecek barang-barang hasil temuan, keluarga besar AKBP Mito lantas meninggalkan lokasi.
Dian tak melihat satu pun barang milik suaminya, AKBP Mito, yang jadi korban Lion Air JT610. Dito, sang anak, juga tak menemukan satu pun barang yang dikenali.
"Belum ada yang ketemu," singkat Dito kepada wartawan.

Dia dan ibunya terbang dari Pangkalpinang menuju Jakarta untuk mencari informasi nasib AKBP Mito. Dia juga sudah menyerahkan kebutuhan untuk tes DNA di RS Polri. Harapannya hanya satu, bisa bertemu sang ayah.
"Harapannya bisa ketemu dan bisa kembali berkumpul dengan keluarga."
Dian dan Dito didampingi Wakapolres Jakarta Utara AKBP Ade Vivid Agustiadi Bachtiar. Ade Vivid merupakan teman karib Mito sejak di Akademi Kepolisian Semarang angkatan 1998.
"Karena lihat di berita ada barang barang yang ditemukan jadi dia minta tolong ditemani ke sini untuk melihat saja dan berdoa," ucap Ade di lokasi sama.

Ade mengenal baik Mito. Di matanya, Mito adalah polisi rendah hati dan memiliki jiwa penolong tinggi. Mito merupakan perwira menengah yang layak dijadikan contoh dan teladan.AKBP Mito menjabat sebagai Kepala Biro Sarana dan Prasarana Polda Bangka Belitung.
"Beliau di sana karena orang biasa tapi bisa masuk polisi akhirnya dia di sana melatih beberapa orang yang ingin menjadi polisi dan berhasil. Ada beberapa anak didiknya yang dilatih itu rankingnya 1-10 besar," ucapnya.
Reporter: Muhammad Genantan dan Ady Anugrahadi
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya