Kisah-kisah para relawan yang bekerja tanpa pamrih
Merdeka.com - Mengalami ban bocor saat melintas di jalanan Ibu Kota tentu membuat Anda kesal. Apalagi penyebabnya adalah tertusuk paku yang sengaja disebar oleh kriminal pencari keuntungan yang bekerjasama dengan tukang tambal ban. Waktu dan biaya Anda terbuang sia-sia.
Banyaknya korban ranjau paku inilah yang membuat Siswanto dan Abdul Rohim prihatin. Mereka, yang bukan siapa-siapa berinisiatif menjadi relawan pembersih ranjau paku. 'Saber Community' atau Komunitas Sapu Bersih dibentuk.
Aksi mereka mendapat apresiasi dari berbagai pihak meski bukan penghargaan yang mereka cari. Tak jarang mereka juga diincar para kriminal yang tidak senang dengan aksi menyapu ranjau itu.
Di saat hidup di kota besar semakin individualistis dan berorientasi materi, masih ada sosok-sosok yang tanpa pamrih, rela melakukan hal-hal yang tidak biasa, dan terkesan remeh temeh. Namun di balik itu, apa yang mereka lakukan sangat bermanfaat bagi sesama. Para relawan ini bekerja dengan hati, bukan berharap imbalan.
Ada kisah-kisah heroik yang menyentuh hati di balik aksi-aksi mereka seperti yang dilakukan pemuda Karang Taruna relawan banjir. Ada juga kisah seorang pejuang hak pejalan kaki yang dicaci pengendara motor yang melintas di trotoar.
Cerita komunitas Saber dan beberapa relawan tersebut itulah yang diangkat dalam tulisan tematik akhir pekan kali ini oleh redaksi merdeka.com. Kisah mereka semoga dapat menjadi inspirasi bagi kita semua untuk berbuat bagi sekeliling kita, meski dalam hal terkecil sekalipun.
Selamat menikmati. (mdk/bal)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya