Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kisah hidup Turami, pengidap tumor di pelipis yang butuh bantuan

Kisah hidup Turami, pengidap tumor di pelipis yang butuh bantuan penderita tumor mata. ©2015 merdeka.com/gede nadi jaya

Merdeka.com - Turami (53), warga Desa Cupel, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, Bali hidup sangat menderita. Bagaimana tidak, bola mata Turami nyaris keluar karena penyakit tumor yang dideritanya. Dia hanya berusaha melakukan pengobatan secara tradisional.

Penyakit yang diderita Turami muncul sejak 5 tahun lalu. Untuk menyembuhkannya, istri dari Subki (55) ini berusaha mengonsumsi obat tradisional yang diraciknya sendiri.

"Saya hanya pasrah aja pak. Sempat dulu ke dokter, tapi tidak disebutkan sakit apa. Makin lama makin membesar," ungkap Turami, Selasa (24/2) di Jembrana, Bali.

Sempat pula dari pihak RSUD Negara di Jembrana menyarankan untuk harus dioperasi, namun dirinya tidak kuasa ketika disodorkan biaya operasi. Bahkan untuk menebus resep dokter, pasutri yang tanpa anak ini hanya bisa diam.

"Obat-obatnya mahal semua, dari mana saya bisa dapat uang untuk nebus obat," akunya yang hanya memiliki penghasilan 30 ribu rupiah perhari.

Turami mengaku sudah sering menjalani berbagai macam pengobatan alternatif namun tidak membuahkan hasil. Namun dia menolak untuk dioperasi karena tidak punya biaya.

"Sekarang saya hanya bisa pasrah. Untuk berobat uang tidak punya. Penghasilan suami saya hanya cukup untuk makan sehari-hari. Kadang juga kurang," ujarnya lirih.

Tapi Turami mengaku tetap berusaha mengobati matanya dengan obat tradisional karena dia ingin sembuh agar bisa membantu suaminya mencari nafkah.

(mdk/hhw)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP