Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kisah haru lebaran istri korban sandera kelompok bersenjata Filipina

Kisah haru lebaran istri korban sandera kelompok bersenjata Filipina Keluarga ABK TB Charles. ©2016 merdeka.com/nur aditya

Merdeka.com - Tujuh kru tugboat Charles sampai hari ini masih disekap militan bersenjata di selatan Filipina. Bagi keluarga ABK, lebaran tanpa suami mereka menjadi cerita tersendiri. Apalagi, suami mereka berada dalam penyanderaan militan di bawah kendali Abu Sayyaf.

Istri salah satu kru tugboat, Elona Rahmadani (33) tengah asik menonton televisi saat ditemui merdeka.com. Dia menunggu kabar suaminya, Robin Piter bersama enam rekan lainnya di karyawan PT Rusianto Bersaudara di Sungai Lais, kelurahan Pulau Atas, kecamatan Sambutan, Samarinda.

Di sana tampak pula Dian Megawati Ahmad yang menunggu kabar suaminya Ismail. Dian menerangkan, suaminya sejak awal berencana tahun ini ingin berlebaran bersama keluarga. Karena sebelumnya disibukkan dengan tugas berlayar.

"Kalau tidak ada suami saya, saya pulang ke Makassar. Tahun ini, rencananya mau lebaran bareng. Tapi tidak tahu kalau ada kejadian seperti ini," kata Dian saat berbincang bersama merdeka.com, Samarinda, Kamis (7/7).

Malam takbiran lalu, Dian berupaya menghibur diri bersama anak balitanya, yang masih berusia 1 tahun 9 bulan. Namun benar-benar terasa berbeda, ketika Salat Idul Fitri.

"Malam takbiran kemarin tidak begitu terasa ya. Waktu Salat Ied benar-benar terasanya. Pasti, ada suasana yang benar-benar terasa kurang," ujarnya.

Dian menerangkan, bagi anak laki-lakinya yang belum genap lima tahun memang belum memahami benar bahwa ayahnya sedang berada dalan tawanan militan. Sesekali putranya itu, sempat mengira orang-orang yang dilihatnya adalah ayahnya.

"Kalau suami saya berlayar, pasti bisa telepon-teleponan kalau lebaran. Ingin memastikan kalau dia (Ismail) sehat-sehat, baik-baik saja di kapal saat bertugas. Keluarga di Sulawesi, sering tanya kabar saya, kabar kemajuan soal ini (penyanderaan 7 kru TB Charles). Tiap hari telpon. Tapi saya bilang kalau ada kabar terbaru, pasti saya yang mengabarkan," terangnya.

Pun demikian dialami Elona. Lebaran ini tidak terasa begitu spesial baginya. Saat Salat Idul Fitri, Rabu (6/7) pagi kemarin, dia kembali teringat akan sosok suaminya yang tengah ditawan.

"Saya pulang Salat Idul Fitri kemarin, lihat teman-teman suami saya yang selamat dari penyanderaan. Saya ingat lagi suami saya Robin. Semestinya ada suami saya juga pulang bareng teman-temannya. Iya, jelas ada yang terasa kurang lebaran ini," ungkapnya.

Baik Dian maupun Elona, terus mengikuti perkembangan berita dari berbagai media. Keduanya kompak berharap kabar terbaik mereka peroleh, di tengah upaya pemerintah membebaskan suami mereka, yang ditawan militan sejak kabar mereka terima 22 Juli 2016 lalu.

Diketahui, TB Charles disandera 20 Juni 2016 lalu, saat berada dalam perjalanan di perairan dari Filipina menuju kembali ke Samarinda, Kalimantan Timur. Penyandera mengaku militan Abu Sayyaf, akhirnya menyekap 7 dari total 13 ABK. Enam kru selamat, akhirnya tiba di Samarinda, Selasa (28/6) malam lalu.

(mdk/noe)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP