Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kisah haru ibu terpidana perjuangkan agar anaknya bisa ikut UN

Kisah haru ibu terpidana perjuangkan agar anaknya bisa ikut UN Ujian paket B dan C di Lapas Cipinang. ©2014 merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Nurbaiti (42) hanya bisa terharu saat perjuangannya untuk mengikutsertakan anaknya, Ak (18) dalam Ujian Nasional (UN)2015 diperbolehkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Sebelumnya, nama AK dan SI yang merupakan pelajar SMK N 3 Meulaboh tidak diusulkan untuk mengikuti UN.

Keduanya merupakan terpidana kasus pencurian alat sekolah Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan yang mendengar kabar tersebut, langsung memberi kesempatan kepada dua siswa tersebut.

Mendengar kabar tersebut, Nurbaiti mengaku akan mencium tangan Anies Baswedan apabila ia turun ke Aceh. Menurutnya, perjuangannya selama ini tidak sia-sia membawa anaknya ke UN.

"Nggak tahu lah mau dibilang apa lagi saya sangat berterima kasih kepada Menteri, kalau bukan menteri yang merespon sampai hari ini kami masih seperti bola, karena dari pihak sekolah mereka bilang anak kami sudah tidak bisa lagi ikut UN 2015 bagaimanapun caranya," katanya seperti dikutip Antara, Sabtu (11/4).

"Harapan kami cuma hak mengikuti UN diberikan, persoalan lulus atau tidak itu semua tergantung kepada kemampuan mereka, walaupun sudah agak terlambat untuk mereka belajar, tapi kami sudah berusaha lama namun tidak pernah dapat kejelasan," kata Ratna Sari ibu dari SI (18).

Seperti apa perjuangan Nurbaiti dan Ratna Sari agar anak mereka bisa mengikuti UN, berikut kisahnya. (mdk/amn)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP