Kisah haru Andrie Djarot, suka menolong & berangkatkan ibu naik haji
Merdeka.com - Pagi tadi, dunia pers mendapati berita duka. Presenter Redaksi Pagi Trans7, Andrie Djarot alias Andjrot dinyatakan meninggal dunia pukul 01.50 WIB. Andrie menutup perjalanan hidupnya di usia 35 tahun akibat penyakit komplikasi paru-paru.
Presenter Trans7 lainnya, Lianita Ruchyat, menyimpan banyak kenangan manis terhadap mantan juara Abang None 2005 itu. Andrie dipandangnya sebagai sosok pekerja keras, rendah hati dan gemar menolong sesamanya yang sedang mengalami kesulitan.
"Mas Andjrot itu super baik, kalau nolong orang enggak pernah hitungan. Kalau ada yang kesusahan itu dia bisa langsung nangis dan bantu langsung," kata Lia -sapaan Lianita Ruchyat- saat berbincang dengan merdeka.com, Selasa (12/5).
Tak hanya itu, Lia melihat Andrie sebagai sosok yang tak pernah mengeluh. Meski berat, namun dia tetap santai menjalaninya.
"Sampai libur masih mau siaran, terus tugas-tugas luar lain tetep aja dia enggak pernah nolak disuruh tugas apapun," ungkapnya.
Sebelum mengembuskan napas terakhirnya, Andrie ternyata sempat menunaikan tugasnya sebagai anak kepada orangtua. Yakni memberangkatkan sang ibunda ke Tanah Suci.
"Baru aja hajiin ibunya tahun kemarin," tutupnya.
Sebelum malang melintang di beberapa program berita televisi, Andrie Djarot memulai karir sebagai penyiar, tim kreatif, dan project officer di Radio PTPN Rasitania Solo tahun 1999. Karena kesibukan bekerja, Andrie Djarot sampai tidak menyelesaikan studinya di jurusan Akuntansi, Universitas Negeri Sebelas Maret Surakarta.
Setelah itu Andrie Djarot mencoba berkarir di Jakarta. Nama Andrie Djarot mulai terkenal setelah menjuarai Abang None 2005 bersama Hayu Sayektiningati sebagai None-nya. Sebelum menjadi presenter berita, Andrie Djarot juga pernah bermain di film Cinta 24 Karat dan menjadi bintang iklan Rapika Biang.
(mdk/tyo)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya