Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kisah Gus Miftah dapat ancaman pertama kali dakwah di Sarkem

Kisah Gus Miftah dapat ancaman pertama kali dakwah di Sarkem Gus Miftah. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Bagi KH Miftah Maulana Habiburrahman atau biasa disapa Gus Miftah, tempat hiburan malam bukanlah tempat yang asing untuknya berdakwah. Sudah lebih dari belasan tahun Gus Miftah memilih berdakwah di tempat hiburan malam.

Salah satu tempat hiburan malam yang dijadikan tempat berdakwah oleh Gus Miftah adalah Pasar Kembang atau Sarkem. Kawasan yang dikenal sebagai lokalisasi ini menjadi tempat berdakwah pertama Gus Miftah di kelab malam

"Pertama di Sarkem. Sekitar tahun 2000-an," kenang Gus Miftah saat ditemui di Ponpes Ora Aji, Rabu (12/9) kemarin.

Gus Miftah menceritakan awal mula dirinya berdakwah di Sarkem. Dulu, dia selalu salat tahajud di salah satu musala yang ada di kawasan tersebut. Biasanya, Gus Miftah melaksanakan salat tahajud di Sarkem setiap malam Jumat.

gus miftah

Suatu hari Gus Miftah sempat mendapatkan ancaman dari salah seorang 'penguasa' di kawasan tersebut. Gus Miftah diingatkan agar tak macam-macam di Sarkem.

"Tiap malam Jumat saya salat tahajud di sebuah musala di sana, ada itu musala. Saya sempat diancam 'penguasa' di sana, intinya jangan macam-macam di Sarkem," urai Gus Miftah.

Usai ditegur dan mendapatkan peringatan, Gus Miftah menerangkan maksud dan tujuannya di Sarkem. Alasan Gus Miftah memilih berdakwah di Sarkem kemudian disetujui oleh 'penguasa' Sarkem. Akhirnya, Gus Miftah diizinkan berdakwah di Sarkem.

"Saya sampaikan visi misi saya. Ada curhatan penghuni Sarkem ingin ikut kajian agama. Tetapi penghuni itu bingung tidak ada tempat," papar Gus Miftah.

Diawal berdakwah, Gus Miftah kerap mendapatkan pertanyaan dari banyak pihak tentang dakwahnya di Sarkem. Tak hanya itu, banyak pihak pula yang bertanya padanya tentang apakah pekerja di Sarkem akan bertobat paska mendengar ceramah dari Gus Miftah.

"Saya jawab bagi saya hidayah butuh dijemput. Kalau hidayah itu datang bukan karena saya. Tetapi karena Allah menghendaki dia bertobat. Apakah ada (hidayah)? Insyaallah ada," ungkap Gus Miftah.

(mdk/lia)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP