Kisah dua pelukis cacat, bikin simpati Gubernur Bali
Merdeka.com - Gubernur Bali, Made Mangku Pastika menaruh simpati terhadap dua pelukis kakak beradik, Putu Agus Setiawan dan Kadek Windari. Dengan keterbatasan fisik yang dimiliki, warga asli Dusun Yeh Anakan, Desa Banjarasem, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng, Bali, ini memiliki karya yang membuat decak kagum.
Saking kagumnya, Made Mangku Patika mengutus Kepala Biro Hubungan Masyarakat Sekretariat Daerah Provinsi Bali, Dewa Gede Mahendra Putra, untuk menyerahkan bantuan berupa beras dan uang tunai. Kepada Gede Mahendra, Windari sempat menunjukkan hasil lukisannya yang dominan hitam putih. Dengan keterbatasan fisik, mereka mampu menghasilkan goresan imajinatif dan sangat indah.
Windari pun menyampaikan harapannya agar bisa dibantu memasarkan hasil karya mereka. Dua pelukis berbakat ini juga mengaku masih terkendala ketersediaan alat melukis seperti kanvas dan cat minyak. Selain harga yang tak terjangkau, dua material lukisan itu sulit ditemukan di seputaran wilayah Seririt, tempatnya tinggal.
"Kami mohon bantuan pemasaran dan alat-alat lukis," ujar Agus Setiawan dengan nada lirih ketika disambangi Setda Pemprov Bali, Senin (20/7).
Sementara Dewa Mahendra, mewakili Gubernur menyampaikan jika Made Mangku Pastika menaruh perhatian besar terhadap keberadaan dua kakak beradik tersebut. "Dari pertama kali melihat lukisan dua kakak beradik ini, Gubernur sudah jatuh hati. Bukan soal latar belakang fisik pelukis, tetapi dalam kondisi yang demikian, mampu menghasilkan karya yang bikin kagum. Hanya saja, masalah pemasaran yang bikin tersendat," ujar Mahendra.
Selain memberikan bantuan beras dan uang tunai, Made Mangku Patika juga sebelumnya pernah memberikan bantuan kursi roda. Bahkan, orang nomor satu di Bali ini juga menggandeng Badan Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan Sosial (BK3S) Provinsi Bali. Dari hasil kerjasama ini, terkumpul dana sebesar Rp 130 juta yang sudah diberikan kepada keluarga Windari.
(mdk/rnd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya