Kisah Brutus dan Harmoko penyanjung yang jatuhkan Soeharto

    Reporter : Ramadhian Fadillah | Sabtu, 18 Mei 2013 08:05

    Kisah Brutus dan Harmoko penyanjung yang jatuhkan Soeharto
    harmoko. Merdeka.com

    Merdeka.com - Julius Caesar mendelik sambil memegangi tubuhnya yang ditikam pisau. "Et tu Brute?" "Kamu juga Brutus?" Caesar heran. Tak menyangka keponakan yang dianggap sebagai anak angkatnya itu bersekutu dengan sejumlah Senat Roma untuk membunuhnya.

    Berakhirlah hidup penguasa Romawi yang gemilang ini. Mati karena pengkhianatan orang yang sangat dipercayainya. Pembunuhan Caesar juga menobatkan Brutus sebagai salah seorang pengkhianat terbesar sepanjang masa.

    Di Indonesia banyak yang menyebut peristiwa ini seperti kisah Soeharto dan Harmoko. Pada era Orde Baru, hampir 14 tahun Harmoko menjadi menteri penerangan dan corong penguasa. Tentu rakyat yang hidup saat Orde Baru berkuasa sangat akrab dengan ciri khas Harmoko.

    "Menunggu petunjuk Bapak Presiden."

    Menjelang Pemilu 1998, Soeharto sebenarnya sudah berniat mundur. Dia bertanya apakah rakyat masih menginginkan dia jadi presiden, kalau tidak Soeharto siap lengser keprabon.

    Nah, Harmoko merupakan salah satu orang yang mengusulkan agar Soeharto kembali menjabat sebagai presiden untuk periode 1998-2003 sebelum pelaksanaan Sidang Istimewa MPR. Harmoko berusaha meyakinkan dengan memberikan data-data bahwa rakyat masih menginginkannya menjadi presiden dan tidak ada calon lain yang pantas menduduki jabatan itu. Karena penjelasan Harmoko, Soeharto mau kembali dicalonkan.

    Sesuai rencana, sidang yang digelar pada tanggal 10 Maret 1998, sebagai Ketua MPR, Harmoko sukses mengendalikan Sidang Umum MPR untuk memperpanjang masa kepresidenan Soeharto sekali lagi.

    "Mencalonkan Bapak haji Muhammad Soeharto sebagai Presiden Republik Indonesia kembali," teriak Harmoko saat membacakan keputusan sidang. Disambut gemuruh tepuk tangan para peserta sidang umum MPR.

    Tepuk tangan semu itu tak lama. Demonstrasi besar-besaran yang dilakukan mahasiswa dan masyarakat mendesak Soeharto turun tahta. Aksi demo kemudian diikuti tragedi kerusuhan Mei 1998 yang penuh darah dan air mata.

    Massa mengepung dan menduduki Gedung MPR/DPR selama beberapa minggu. Tanpa diduga-duga, dalam hitungan kurang dari tiga bulan atau tepatnya pada 18 Mei 1998, Harmoko mengeluarkan keterangan pers dan meminta agar Soeharto mundur.

    "Pimpinan Dewan baik ketua maupun wakil-wakil Ketua mengharapkan demi persatuan dan kesatuan bangsa, agar Presiden secara arif dan bijaksana sebaiknya mengundurkan diri," kata Harmoko ketika itu.

    Banyak yang menduga, pernyataan itu keluar karena Harmoko merasa ketakutan. Rumah keluarga Harmoko di Solo memang sudah dibakar massa. Apakah kondisi itu membuat Harmoko memilih untuk balik badan dan melawan orang yang telah membesarkan namanya? Atau Harmoko tahu akhir Soeharto dan Orde Baru sudah dekat.

    Soeharto mundur tanggal 21 Mei 1998. Keluarga Cendana menganggap Harmoko orang yang paling berdosa atas lengsernya Soeharto . Keduanya tak pernah bertemu, hingga akhirnya tanggal 16 Januari 2008, Harmoko menjenguk Soeharto yang terbaring sakit di RSPP Jakarta. Baru setelah 10 tahun, Harmoko berani menemui bosnya.

    Itu pertemuan pertama dan terakhir mereka setelah Soeharto lengser.

    Baca juga:
    Napak tilas Cendana, pusat kekuasaan Soeharto
    Mungkinkah kasus korupsi Soeharto diungkit kembali?
    15 Tahun kejatuhan Soeharto dan era reformasi
    Kejagung telaah kasus Soeharto dan korupsi Yayasan Supersemar
    Mantan aktivis 98 yakin Indonesia tak butuh sosok Soeharto
    4 Alasan Mahathir sebut Indonesia butuh Soeharto
    Ketum PBNU: Soeharto ada baiknya

    [hhw]

    Komentar Anda


    Suka artikel ini ?
    Kunjungi portal hao123 untuk akses internet aman dan nyaman

    KUMPULAN BERITA
    # Soeharto

    JANGAN LEWATKAN BERITA
    Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

    Let's be smart, read the news in a new way.
    Tutup
    Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
    Kirim ke

    Free Content

    • URL Blog

    • Contoh : merdeka.wordpress.com

    • Email

    • Password


    saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya






    BE SMART, READ MORE
    Today #mTAG
    LATEST UPDATE
  • Pangdam Wirabuana minta masyarakat waspadai ustaz ajarkan kekerasan
  • Pengusaha: Banyak PHK, tapi gaji dan bonus bankir terus meningkat
  • Hujan seharian, Medan dikepung banjir, 2 warga sempat hanyut
  • Sumur Pertamina di Majalengka terbakar, 1 orang tewas & 5 luka bakar
  • Mobil Fortuner yang tabrak pengemudi GO-JEK milik rekanan Pertamina
  • Apa yang menyatukan Hijau Daun sampai saat ini?
  • Dugem di Kalijodo, pengemudi Fortuner & temannya minum 10 botol bir
  • Pria ini korbankan nyawa demi lindungi istri dari gempa Taiwan
  • Pelaku pembunuhan bocah SD di Depok mau nikah bulan depan
  • Ribuan hektare sawah di Karawang gagal panen
  • SHOW MORE