Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kisah Aminah, wanita hamil tua yang tak tertolong nyawanya

Kisah Aminah, wanita hamil tua yang tak tertolong nyawanya Aminah. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Aminah (35) yang sedang hamil tua tergeletak lemah di kamar sederhana berukuran 3 x 5 meter di Jalan SMP 188 RT 02/04, Ciracas, Kampung Rambutan, Jakarta Timur. Tetangga Aminah, Tina menceritakan kepada merdeka.com ketika Aminah dibawa ke Puskesmas Ciracas, Jakarta Timur.

Waktu itu jam 05.30 WIB Aminah berteriak minta tolong dan tetangga lain pun ikut membantu untuk membuka pintu. Keadaan Aminah pun sudah kritis.

"Ada si Boy dia yang dobrak pintu, dan saya liat Aminah udah basah kasurnya, kayaknya ketubannya pecah," kata Tina didepan kontrakan di Jalan SMP 188 RT 02/04, Ciracas, Kampung Rambutan, Jakarta Timur, Jumat (22/7)

Tetangga Aminah pun langsung mengangkat untuk dibawa ke Puskesmas Ciracas, Jakarta Timur. "Kita semua panik, jadi Mamat yang manggil angkot KWK 03 yang mau Cililitan-Kampung Rambutan. Di angkot juga banyak penumpang tapi Alhamdullilah-nya penumpang mau turun," cerita Tina.

Ketika sudah sampai Puskesmas Ciracas, Aminah tidak bisa diproses disana lantara bukan tempat untuk melahirkan. Lalu, kata Tina, Aminah sempat ditangani di dalam angkot. "Sempat ditangani tapi kan harus dibawa ke RSUD Pasar Rebo jadi dibawa ke RS Pasar Rebo cepet-cepet," kata Tina.

Dengan menggunakan ambulans dari RSUD Pasar Rebo, Pukul 10.00 wib Aminah sepat ditangani di RSUD. "Tapi pas udah di UGD katanya udah enggak ketolong lagi," Ucap Tina.

Dia juga menceritakan, Aminah adalah sosok orang yang selalu semangat bekerja. Namun Tina tidak mengetahui kalau Aminah memiliki penyakit darah tinggi dan jantung. "Kata suaminya, Naim, istrinya punya sakit darah tinggi sama jantung. Tapi Naim juga baru tahu pas dikasih tau dokter di RSUD," tutup Tina.

(mdk/tyo)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP