Kios Pasar Johar kebakar, Soraya ngadu ke Ganjar pusing bayar kuliah
Merdeka.com - Mahasiswi Universitas PGRI Semarang Mega Widya Soraya (22) warga Mukti Graha B 13, Kelurahan Muktiharjo Kidul, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang, Jawa Tengah memberanikan diri menemui Gubernur Jateng Ganjar Pranowo di kantor Gubernur Pemprov Jateng di Jalan Pahlawan Kota Semarang, Jawa Tengah. Soraya, panggilan akrab gadis itu meminta Ganjar membantu keluarganya dan biaya kuliah dirinya setelah kios ibunya di Lantai 2 Pasar Johar dan Pasar Yaik di Jalan H Agus Salim Kota Semarang terbakar pada Sabtu (9/5) lalu.
Awalnya Soraya mengadu kepada Kepala Biro Humas Pemprov Jateng Sinoeng N Rachmadi. Oleh Sinoeng, Soraya disarankan menyampaikan langsung kesulitannya pada gubernur.
Usai jumpa pers dengan wartawan, Soraya langsung maju dan berbicara di hadapan Ganjar. "Saya anak pedagang Johar, Pak Gubernur. Ibu saya janda, sudah 25 tahun berjualan buku, tapi semua habis terbakar. Sekarang keluarga kami tak punya penghasilan," katanya, Rabu (13/5).
Gadis berkerudung itu mengkhawatirkan kondisi psikis ibunya Nurhasanah (45) yang terpukul setelah mengetahui dagangannya ludes hangus terbakar. Tak hanya kebutuhan sehari-hari yang terancam, Soraya juga terancam berhenti kuliah karena tidak mampu membayar uang semesteran.
Soraya saat ini membutuhkan biaya uang semesteran yang besarnya hampir Rp 2 juta. Selama ini, hanya uang hasil jualan buku ibunyalah yang digunakan untuk biaya kuliahnya.
"Bulan ini harus membayar semesteran, kami tak punya uang," lanjut mahasiswa jurusan Pendidikan Teknik Informasi, Fakultas Pendidikan MIPA itu.
Saat ini, ibunya praktis tidak bisa berjualan. Sebab seluruh buku dagangan habis tak tersisa. Menunggu pasar darurat pun masih lama.
"Kios ibu luasnya enam meter, tidak tahu besok di tempat relokasi dapat berapa," kata anak kedua dari dua bersaudara itu.
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menyarankan pada Soraya untuk lebih dahulu menghadap rektor Universitas PGRI Semarang yang berada di Jalan Lontar, Kota Semarang, Jawa Tengah. Soraya diminta Ganjar untuk membuat surat permohonan keringanan biaya pendidikan. Menurutnya, untuk alasan kemanusiaan akibat bencana, pihak universitas seharusnya bisa mengabulkan.
"Hari ini tulis surat ke rektor minta keringanan biaya kuliah satu semester ke Pak Rektor. Kalau ditanya, disuruh sama Pak Gubernur. Nanti kalau rektor tidak mengabulkan, baru ke sini lagi, saya kasih," tegas Politikus PDI Perjuangan itu.
Mengetahui Indeks Prestasi (IP) Soraya yang termasuk tinggi yaitu 3,3 Ganjar juga menyarankan mencari beasiswa. Informasi bisa didapatkan dari internet.
"Punya HP kan, bisa internetan, nah cari beasiswa di situ. Banyak sekali, nanti kita bantu rekomendasinya," tuturnya.
Sedangkan untuk Nurhasanah, Pemprov Jateng melalui Bank Jateng akan memberikan modal usaha Rp 3 juta tiap pedagang. Selama pasar darurat yang rencananya di Kawasan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) Jalan Gadjah Raya, Kota Semarang masih dipersiapkan, pedagang bisa berjualan sementara di Pasar Kanjengan, Pasar Bulu, dan Pasar Rejomulyo. (mdk/eko)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya