Kilang Pertamina Terbakar, Warga Balikpapan Trauma Insiden Minyak Tumpah
Merdeka.com - Kobaran api disertai kepulan asap hitam pekat di areal kilang Pertamina Refinery Unit (RU) V Balikpapan berhasil dipadamkan. Kejadian itu mengingatkan trauma warga Balikpapan, terkait tragedi tumpahan minyak di laut Balikpapan, pada 31 Maret 2018 lalu. Sehingga mengakibatkan kepulan asap hitam pekat akibat api yang berkobar di perairan laut.
"Tentu iya, saya jadi teringat kejadian tumpahan minyak itu. Sempat was-was, karena kepulan asap hitamnya nyaris sama dengan kejadian tumpahan minyak itu," kata Fandi (40), warga Gunung Bahagia, Balikpapan, kepada merdeka.com, Kamis (15/8).
Fandi menerangkan, terkait kebakaran pagi ini di pipa kilang, dia sempat mengontak istrinya. "Karena kan kawasan kilang itu tidak begitu jauh kebun sayur. Istri saya di perbankan di kebun sayur," ujar Fandi.
"Pasti panik, jangan sampai terulang lah ya (tragedi tumpahan minyak). Kepada Pertamina juga, mestinya kejadian seperti kebakaran di pipa, sampai asap hitam buat panik, tidak terulang lagi. Kan Pertamina perusahaan kelas dunia," tambah Fandi.
Pertamina sendiri, memastikan kebakaran di pipa itu padam sekira pukul 12.15 Wita tadi, setelah terbakar sejak pukul 09.30 Wita pagi tadi. Saat ini, Pertamina melakukan penanggulangan pascakejadian.
"Saat ini, kilang tetap beroperasi," kata Manager Region Communication Relation dan CSR Kalimantan Heppy Wulansari, dikonfirmasi terpisah.
Di sela investigasi sebab terbakarnya pipa di saat berlangsungnya perbaikan, Heppy mengklaim tim Pertamina sudah mengunjungi pemukiman masyarakat, yang berada di sekitar kilang, untuk memastikan masyarakat dalam keadaan aman.
"Kami juga sudah bagikan masker ke warga sekitar, dan standby-kan tim medis apabila dibutuhkan," tutup Heppy.
(mdk/rnd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya