Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kiai Umar Basyri dianiaya di Cicalengka, pendekar NU tunggu perintah

Kiai Umar Basyri dianiaya di Cicalengka, pendekar NU tunggu perintah Kiai Umar Basyri. ©2018 Merdeka.com/Facebook AlaNU

Merdeka.com - Kasus penganiayaan Kiai NU Umar Basyri (60) di Cicalengka, Bandung Barat baru-baru ini menjadi perhatian berbagai pihak. Khususnya bagi para kader NU di seluruh Tanah Air.

KH Umar Basri dianiaya di dalam masjid oleh Asep warga Garut diduga alami gangguan jiwa pada Sabtu(27/1).

Ribuan pendekar NU yang tergabung dalam Pagar Nusa bahkan tinggal menunggu perintah dari para kiai menyikapi kasus itu. Mereka berikrar siap mengamankan para kiai NU dari gangguan dan serangan yang dilancarkan oleh pihak-pihak yang ingin mengganggu NU. Para pendekar NU berkumpul di Lapangan Puser Bumi, Ciperna Kabupaten Cirebon, Minggu (28/1) pagi kemarin.

Hadir dalam acara ini, Rais Aam PBNU, KH Ma'ruf Amin dan Ketua Umum Tanfidziyah PBNU, KH Said Aqil Siroj. Disaksikan Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto dan Menpora RI Imam Nahrawi.

"Kami tunggu perintah dari para kiai. Kapan pun siap bergerak, tentu saja tetap dalam koridor hukum," kata Ketua Umum PP Pagar Nusa, Nabiel Haroen dalam siaran pers diterima merdeka.com, Senin (29/1).

pendekar nu berkumpul di lapangan puser bumi

pendekar NU berkumpul di Lapangan Puser Bumi ©2018 Merdeka.com/istimewa

Rais Aam PBNU, Ma'ruf Amin mengapresiasi ikrar ini. Menurutnya, ikrar ini membuat para ulama NU jadi lebih tenang melayani umat dan tidak khawatir lagi dengan teror yang muncul.

"Sudah semestinya para ulama dan kiai dilindungi, karena mereka adalah pewaris para Nabi," jelas Ma'ruf Amin.

Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto mengaku bangga dengan militansi para pendekar NU dalam ikut mengawal perjuangan kemerdekaan RI. Tanpa peran para pendekar NU kecil kemungkinan Indonesia akan merdeka.

"Dengan senjata ala kadarnya, kita bisa mengusir penjajah. Ini semua berkat jasa para pendekar NU," pujinya.

Dalam kesempatan tersebut, juga dilakukan penandatangan MoU pengiriman pelatih silat antara Pagar Nusa NU dengan Taiping Su Federation, organisasi Pencak Silat Tunisia.

"Ini menandai kebangkitan silat Indonesia. Nanti pada Agustus, untuk pertama kalinya, silat akan dipertandingkan di Asian Games, dan kita menjadi tuan rumah," jelas Imam Nahrawi disambut tepuk tangan meriah para pendekar NU.

(mdk/rnd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP