Khofifah bagi-bagi THR Rp 10 ribu ke anak-anak di jalanan
Merdeka.com - Saat berkunjung ke salah satu daerah di wilayah Pendalungan atau Tapal Kuda, Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa membagi tunjangan hari raya (THR) pada anak-anak di jalanan. Pemandangan ini terlihat saat rombongan Kemensos melintasi beberapa perkampungan di Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, Sabtu sore (11/7).
Saat itu, mobil yang ditumpangi Khofifah tiba-tiba berhenti, lalu memanggil anak-anak dan memberinya uang pecahan Rp 10 ribuan.
Mitsubishi Pajero, mobil pribadi Khofifah pun disatroni anak-anak, berebut THR yang diulurkan melalui kaca pintu samping kanan. Balita dalam gendongan ibu salah satu warga juga ikut kebagian.
Selanjutnya, iring-iringan mobil Khofifah kembali berjalan menuju pendopo kabupaten, menghadiri pengukuhan pengurus Komisi Daerah Lanjut Usia Kabupaten Probolinggo, yang baru dibentuk di tahun ini, 2015.
Di sela pidatonya, Khofifah tak lupa menyisipkan wacana program tiga kartu saktinya dari Presiden Joko Widodo (Jokowi), yaitu Kartu Indonesia Pintar (KIP), Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).
"Saya minta tolong ke kepala dinas sosial, pastikan semua lansia (lanjut usia) tersisir mendapatkan Kartu Indonesia Sehat," kata Khofifah.
Untuk lansia kurang mampu, lanjutnya, pastikan juga mendapat KKS. "Kalau mereka di posisi terlantar dan sangat membutuhkan bantuan sosial, pastikan mereka mendapat aslut, asistensi lanjut usia," terang Khofifah.
Menurutnya, kartu sakti bekal dari Jokowi yang kerap dibawanya ke mana pun itu adalah ikthiar pemerintah, mengatasi masalah sosial masyarakat di Indonesia.
"Ini adalah iktiar. KKS ini misalnya, fungsikan sangat banyak sekali. Kalau ada keluarga mendapat KKS ini, dan rumahnya belum sertifikat, ini (KKS) bisa dijadikan penanda ke BPN untuk mendapat sertifikat gratis," katanya.
"Kalau penerima KKS itu petani, ini bisa sebagai penanda membeli pupuk bersubsidi di lini empat, kalau nelayan bisa digunakan beli solar bersubsidi. Oleh karena itu, saya ke mana-mana selalu membawa kartu ini, supaya ikhtiar pemerintah benar-benar sampai ke rakyatnya," sambungnya.
Sedangkan untuk KIP, dijelaskan Khofifah, bisa menjadi motivasi anak-anak Indonesia untuk terus belajar. "Bagi anak-anak terlantar, santri-santri di pondok pesantren yang tidak mampu, dan anak-anak di panti asuhan, pastikan semua tersisir untuk mendapat Kartu Indonesia Pintar. Ini akan mendorong, memotivasi anak-anak kita untuk terus belajar."
Tak hanya tiga kartu sakti, Kemensos juga memiliki program keluarga harapan (PKH), yang khusus untuk menjaga gizi ibu-ibu hamil dan anak-anak dari keluarga kurang mampu.
"Saya juga membawa katu keluarga harapan, untuk membantu ibu-ibu kurang mampu yang sedang hamil. Ini (PKH) khusus untuk ibu-ibu sedang hamil, karena sampai saat ini hanya ibu-ibu yang bisa hamil," katanya bercanda.
Di Kota Seribu Taman ini, Khofifah juga menyempatkan diri mengecek beras untuk masyarakat miskin (raskin) dan mengunjungi rumah penerima kartu PKH. Dia juga berkesempatan menggendong balita dari keluarga kurang mampu dan membawanya berjalan-jalan. Sementara si bayi, tetap tenang didekapannya sambil sesekali melihat wajah Khofifah.
Saat mengunjungi gudang Bulog di Probolinggo, Khofifah yang ditemani Bupati Hj Tantriana Hasan Aminuddin dan suaminya yang juga anggota Komisi VIII DPR, Hasan Aminuddin.
"Kemarin kita cek, raskin di Probolinggo stoknya cukup. Kondisinya juga baik, tidak berjamur, warnanya juga bagus, sehingga layak dikonsumsi. Informasi yang kita teriama, di Probolinggo ini distribusinya sudah 60 persen," kata Khofifah.
Dijelaskan Khofifah, kenapa dia aktif memonitoring raskin di gudang Bulog, karena kuasa pengguna anggaran (KPA) raskin, merupakan kewenangan Kemensos, termasuk soal evaluasinya.
"Maka di setiap kunker (kunjungan kerja), saya sempatkan cek ke gudang Bulog. Pertama saya cek stoknya, cukup sampai berapa bulan? Di Probolinggo misalnya, stoknya cukup sampai April 2016," katanya.
Artinya, lanjut dia, di Kabupaten Probolinggo, stok raskin masih relatif aman hingga pertengahan 2016 mendatang. "Kedua, saya cek kualitas berasnya. Distribusi harus dikawal mulai dari Bulog ke distribusi titik bagi. Saat sampe ke penerima manfaat, pastikan kualitasnya layak dikonsumsi."
Selanjutnya harus dilakukan monitoring langsung ke penerima raskin. "Saat saya cek ke si penerima raskin, berapa mereka terima? 15 kilogram. Sesuai dengan kuantitas penerima, satu keluarga penerima manfaat, menerima 15 kilogram beras," sambungnya.
Distribusi raskin juga harus tepat waktu. Si penerima raskin, wajib menerima beras tiap bulannya. "Dan saya bulan Mei juga sudah menganjurkan, tolong, sebelum Ramadan, pastikan raskin diterima penerima manfaat. Sebelum lebaran pastikan raskin sudah sampai ke penerima manfaat," imbaunya.
Usai dari Probolinggo, rombongan Khofifah menuju Situbondo. Dan hari ini, Minggu (12/7), Khofifah menghadiri acara penyaluran paket bingkisan bagi masyarakat pra sejahtera di Pelabuhan Jangkar, Situbondo. Di tempat ini, seperti halnya di Probolinggo, Khofifah juga memaparkan fungsi kartu sakti dan PKH-nya.
Usai singgah di Situbondo, Khofifah akan bertolak menuju Gunung Raung. Dia akan memantau kondisi masyarakat sekitar, yang terkena dampak erupsi gunung yang sudah dinyatakan siaga tiga tersebut.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya