Khidmatnya Upacara Seribu Pelita saat Waisak di Vihara Girinaga Makassar
Merdeka.com - cSembilan Biksu Sangga memimpin secara langsung upacara menyalakan seribu pelita pada Sabtu malam (3/6).
Ketua Vihara Girinaga Makassar, Roy Ruslim menjelaskan upacara menyalakan seribu pelita rutin dilakukan untuk perayaan Waisak. Roy mengaku seribu pelita ini bermaksa untuk sejuta harapan di bawah Pohon Bhodi," ujarnya kepada wartawan, Minggu (4/6).
"Upacara ini merupakan upacara untuk mempersembahkan pelita kepada Buddha di bawah Pohon Bodhi. Sebelum penyerahan pelita umat Buddha terlebih dahulu harus mengelilingi Pohon Bodhi sebanyak tiga kali atau Pradaksina sebagai bentuk penghormatan," tuturnya.
Ia menjelaskan Pradaksina sebagai lambang atau simbol penghormatan kepada Guru Agung. Roy menjelaskan bahwa setiap tahunnya, sekitar 600 umat Buddha di Kota Makassar akan mengikuti kegiatan tersebut.
"Upacara ini akan dipimpin langsung oleh 9 biksu sangga yang akan memimpin upacara Seribu Pelita Sejuta Harapan di Vihara Girinaga ini. Setiap tahun pada, pada malam suci Waisak dihadiri biasanya sekitar 500 atau 600 umat Buddha yang mengikuti upacara tersebut," sebutnya.
Roy menuturkan bahwa filosofi dari upacara Seribu Lilin Sejuta Harapan ini adalah bentuk penghormatan kepada ummat kepada sang Buddha.
Selain itu kegiatan ini juga menjadi bentuk komitmen umat Buddha untuk mengikuti jejak sang Buddha.
"Dengan upacara tersebut di hadapan Altar Buddha dan di bawah Pohon Bodhi kita menyerahkan niat dan tekad kita semoga kita juga bisa mengikuti jejak kaki sang Buddha dengan menyalakan pelita, lambang dari pada penerangan, damah dari ajaran sang Buddha. Semoga juga dengan damah sang Buddha yang beliau ajarkan sejak 2600 tahun lebih itu bisa memberikan suatu inspirasi dan motivasi untuk menjalani hidu seperti yang ditunjukkan sang Budha," ucapnya.
(mdk/ray)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya