Khawatir Varian Omicron, Dinkes Semarang Periksa Dua Warga Gunakan WGS
Merdeka.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang memeriksa dua warga menggunakan peralatan Whole Genome Squencing (WGS). Dua warga tersebut kedapatan tertular virus Corona meski telah menjalani vaksinasi Covid-19 dosis kedua. Langkah ini diambil karena khawatir adanya varian baru, Omicron.
"Dua sampel WGS yang diambil sudah dikirim ke Yogyakarta. Itu miliknya warga luar kota yang tinggal di Semarang," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Abdul Hakam, Minggu (5/12).
Dinkes juga memperketat pengawasan terhadap aktivitas warga terutama saat penerapan PPKM Level 3 menjelang libur Natal dan Tahun Baru. Pengawasan akan merujuk pada Peraturan Walikota (Perwal) Semarang yang telah diatur pada penerapan level 3 beberapa bulan sebelumnya.
"Kita akan awasi ke sejumlah titik masuknya warga yang dari luar kota. Kita tidak mau kecolongan. Sebab, dari pengalaman Covid-19 Delta, semua warga luar kota harus dites acak. Kalau ada yang tertular Covid-19 dengan kondisi tubuh yang lemah, tetap akan kita periksa memakai Whole Genome Squencing," ungkapnya.
Saat ini, pihaknya sedang menggencarkan tes acak Covid-19 dengan sasaran usia produktif yang memiliki mobilitas tinggi. Seperti di sekolah-sekolah, pusat perbelanjaan dan tempat umum yang potensi menimbulkan kerumunan.
Warga Semarang diimbau tidak panik dengan penularan Covid-19 varian baru Omicron. Sebab, bila masyarakat menerapkan disiplin protokol kesehatan 5 M mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, mengurangi mobilitas, dan telah menjalani vaksinasi covid-19, maka bisa terlindungi
"Selama kita sudah vaksinasi covid-19, bukannya kita terlalu percaya diri ya, insyaallah vaksinasi covid-19 masih mampu menahan varian varian baru,?" tutupnya.
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya