KH Ali Mustafa: Tidak ada Islam Arab dan Islam Nusantara!
Merdeka.com - Polemik istilah Islam Nusantara muncul saat Presiden Joko Widodo memberi penyataan soal kontroversi tilawah langgam Jawa. Jagad media sosial pun ramai akhir bulan lalu dengan istilah Islam Nusantara. Banyak yang mengatakan, muncul nama Islam Nusantara untuk menghapus istilah Islam Arab.
Lalu bagaimana pandangan Imam Besar Majid Istiqlal, KH Ali Mustafa Yaqub. Kepada merdeka.com, Kiai Ali menjelaskan pandangannya sebagai salah satu ulama di Indonesia. Dia mengatakan jika sejatinya, istilah Islam Arab dan Islam Nusantara itu tidak ada.
"Tidak ada Islam Arab, tidak ada Islam Nusantara," katanya saat berbincang dengan merdeka.com di Kantor Bank Bukopin Syariah, Jalan Melawai Raya, Blok M, Jakarta Selatan, tahun 2015 lalu.
Namun dia menegaskan jika agama dan budaya tidak bisa dipisahkan. "Budaya Indonesia tidak perlu kita lawan sepanjang itu tidak bertentangan dengan Islam," ujarnya.
Seperti diketahui, Ali wafat di Rumah Sakit Hermina pada pukul 06.00 WIB. Jenazah disalatkan di rumah duka PP Darussunah, Jalan SD Inpres Pisangan Ciputat, Tangerang Selatan.
Ali Mustafa Yaqub lahir di Batang, Jawa Tengah, 2 Maret 1952 merupakan ulama yang kritis terhadap isu-isu agama. Dia sempat nyantri di Pondok Pesantren Seblak Jombang dan Pesantren Tebuireng Jombang.
Tahun 1976 ia menuntut ilmu lagi di Fakultas Syariah Universitas Islam Imam Muhammad bin Saud, Riyadh, Saudi Arabia, sampai tamat dengan mendapatkan ijazah license, 1980. Kemudian masih di kota yang sama ia melanjutkan lagi di Universitas King Saud, Jurusan Tafsir dan Hadis, sampai tamat dengan memperoleh ijazah Master, 1985.
Tahun itu juga ia pulang ke Tanah Air dan kini mengajar di Institut Ilmu al-Quran (IIQ), Institut Studi Ilmu al-Quran (ISIQ/PTIQ) dan Pengajian Tinggi Islam Masjid Istiqlal. Kemudian Pendidikan Kader Ulama (PKU) MUI, Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah (STIDA) al-Hamidiyah, dan IAIN Syarif Hidayatullah.
(mdk/ian)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya