Keuskupan Agung Semarang: Umat Ikut Misa Susah Sinyal Cukup Didata
Merdeka.com - Keuskupan Agung Semarang menyarankan semua pengelola gereja Katolik yang parokinya mengalami kesulitan sinyal mengakses aplikasi PeduliLindungi diminta untuk mendata umatnya memakai cara manual.
"Kita sudah ada aturan bahwa setiap gereja harus memakai aplikasi PeduliLindungi dan scan barcode yang disediakan oleh tim Keuskupan Agung. Tapi bagi gereja yang susah sinyal seperti di pedesaan dan pegunungan, kita izinkan menggunakan pendaftaran manual," kata Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Semarang Romo YR Edy Purwanto, Jumat (24/12).
Sesuai aturan pada intruksi Mendagri (Inmendagri) dan SE Kemenag, selama ibadah Natal nanti proses pengawasan di semua gereja paroki akan diperketat. Sedangkan jemaat yang melaksanakan ibadah Natal di Gereja dibatasi maksimal 50 persen dari kapasitas yang tersedia.
"Kami sangat membatasi jemaat yang datang melaksanakan ibadah. Misal kapasitas tempat duduk gereja 500 orang hanya bisa diisi 250 orang jemaat. Sebab kita perlu memperketat protokol kesehatan," ungkapnya.
Pihak Keuskupan Agung Semarang juga tidak mewajibkan syarat vaksin kepada jemaat bagi yang terkendala faktor usia dan sakit. Pihak gereja untuk mengadakan ekaristi secara terpisah antara jemaat usia produktif dengan jemaat lansia dan anak-anak.
"Untuk itu kami menyelenggarakan perayaan Ekaristi khusus anak-anak dan lansia sehingga terpisah dengan jemaat lainnya. Kita juga fasilitasi jemaat yang melaksanakan misa live streaming," tutupnya.
Sementara itu Keuskupan Agung Semarang ada 107 gereja paroki yang tersebar di Jawa Tengah dan Yogyakarta. Untuk koordinasi pelaksanaan Natal dilakukan masing-masing para romo di lima kevikepan yaitu Kevikepan Yogyakarta Bagian Barat, Kevikepan Yogyakarta Bagian Timur, Kevikepan Surakarta, Kevikepan Kedu dan Kevikepan Semarang.
(mdk/rhm)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya