Ketum PBNU minta razia tempat makan saat Ramadan tak pakai kekerasan
Merdeka.com - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil menyebut razia tempat makan di bulan puasa diperbolehkan. Namun, tidak harus menggunakan unsur kekerasan dan tetap bersikap etis.
"Boleh saja, asal harus etis saja. Boleh diatur, supaya tidak terang-terangan. Tetapi tidak begitu (kekerasan)," kata Said Aqil di DPP Perindo, Jakarta, Senin (13/6).
Menurut dia, warung makanan dibuka boleh-boleh saja. Itu karena ada sejumlah orang yang juga tidak menjalankan puasa. "Jadi ada orang yang boleh tidak puasa, seperti orang yang hamil, musafir, haid. Maka warung buka menyediakan buat mereka itu," ucapnya.
Maka dia mengimbau bagi umat Islam yang menjalankan ibadah puasa tetaplah berpuasa. "Yang puasa teruslah berpuasa," terangnya.
Sebelumnya, razia tempat makan di Kota Serang, Banten, menuai polemik. Para petugas Satpol PP menyita semua makanan pedagang. Salah seorang pedagang, Sueni (50), bahkan sambil menangis meraung-raung meminta dagangannya tidak diangkut. Namun, permintaan dia tidak digubris para petugas. Dengan santai, para personel Satpol PP menyita semua dagangannya. (mdk/ang)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya