Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ketum Muhammadiyah Ingatkan Menteri Jokowi Bekerja untuk Rakyat bukan Kelompok

Ketum Muhammadiyah Ingatkan Menteri Jokowi Bekerja untuk Rakyat bukan Kelompok Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir di kantornya, Yogyakarta. ©2017 Merdeka.com/Purnomo Edi

Merdeka.com - Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir mengatakan pihaknya tidak mengajukan kader untuk menjadi menteri ke Presiden dan Wakil Presiden Terpilih Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Namun, jika ada Muhammadiyah diberi kesempatan, dia memastikan kader tersebut akan bekerja profesional untuk kepentingan rakyat bukan kelompok.

"Jika di antara kader Muhammadiyah dipilih dan diberi amanat, InsyaAllah akan menjadi pemimpin dan menjadi pejabat untuk semua pihak, semua rakyat dan semua golongan. Tidak untuk kepentingan golongan tertentu," kata Haedar di Kantor PP Muhammadiyah Yogyakarta, Kamis (8/8).

Meski begitu, dia menegaskan, Muhammadiyah tidak mengajukan nama kader ke Jokowi-Ma'ruf. Pihaknya memberikan kepercayaan kepada Jokowi menentukan menteri-menteri pembantunya.

"Kita (Muhammadiyah) posisi ormas. Jujur tidak dalam posisi aju-mengajukan (nama kader menjadi menteri). Kita percayakan sepenuhnya kepada Pak Jokowi untuk memilih menterinya yang terbaik," ujar Haedar.

Oleh karena itu, Haedar mengingatkan siapapun tokoh yang dipilih menjadi menteri harus bekerja tulus untuk bangsa, negara dan rakyat. Dia meyakini Jokowi akan memberi arahan agar bekerja demi kepentingan rakyat.

"Jangan pernah menjadi menteri hanya untuk satu golongan satu partai satu kelompok. Saya percaya Pak Jokowi. Dari mana pun menteri itu berasal, bisa membimbing, mengarahkan dan men-direct para menteri untuk berdiri tegak di atas kepentingan rakyat bangsa dan negara bukan kepentingan golongan kelompok atau pun pribadi," imbuh Haedar.

(mdk/ray)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP