Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ketua Timses Ahok-Djarot sebut aksi pengadangan sudah terorganisir

Ketua Timses Ahok-Djarot sebut aksi pengadangan sudah terorganisir Mediasi Ahok dan DPRD DKI. ©2015 merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Ketua Tim Sukses (Timses) Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat, Prasetio Edi menyebut aksi pengadangan calon gubernur dan wakil gubernur yang diusungnya saat blusukan sudah terorganisir. Keyakinannya itu timbul setelah melihat media sosial.

"Jadi kalau saya melihat di beberapa medsos, khususnya di Jakarta Barat. Di Sawah Besar dan Ciracas ada beberapa orang yang kebetulan sama. Pemandangan saya sebagai ketua tim, ini sudah terorganisir," ujarnya usai menjalani pemeriksaan dengan Djarot, di Gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Senin (21/11).

Prasetio melanjutkan, aksi pengadangan itu telah menistakan pesta demokrasi yang sedang berlangsung di ibu kota. "Ini penistaan dari pada pesta demokrasi yang ada di sini," sambungnya.

Pras, sapaan Prasetio Edi, mengimbau agar masyarakat Jakarta jangan mudah terprovokasi ulah-ulah orang tak bertanggung jawab. Sebab, dalam Undang-Undang Pilkada, setiap pasangan calon dilarang menghalang-halangi saat kampanye.

"Tapi kenyataan yang ada, teradang begini. Kejadian pertama Sawah Besar, Kebon Jeruk, Kembangan, Ciracas, Pondok Kopi, Karanganyar. Kalau di Karanganyar indikasinya sangat kuat sekali. Sama dengan Ciraras, Cipinang juga sama, arahnya sama. Setiap pak Ahok dan Djarot mau turun ke lapangan, kayak sudah dipersiapkan sekelompok orang ya kira-kira 20 orang teriak-teriak dengan memprovokasi," bebernya.

Gara-gara ulah mereka, tim Ahok-Djarot sempat terprovokasi. "Akhirnya masyarakat ingin bergesekan dengan kita. Untung dari aparat keamanan cepat tanggap, dan akhirnya kita bisa bersosialisasi dengan masyarakat," akhir cerita Pras.

(mdk/tyo)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP