Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ketua MKD ngaku terbebani usut kasus Setya Novanto

Ketua MKD ngaku terbebani usut kasus Setya Novanto Surahman Hidayat. ©pks-jabar.org

Merdeka.com - Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR siang ini akan menggelar rapat pleno. Dalam rapat pleno tersebut, nantinya akan menentukan kapan jadwal pemanggilan pihak-pihak terkait dalam dugaan pelanggaran kode etik Ketua DPR Setya Novanto.

Ketua MKD Surahman Hidayat mengakui pihaknya terbebani mengusut kasus Setya Novanto. Terlebih, banyak pihak yang menduga MKD telah 'masuk angin'.

"You membayangkan ini beban bagi MKD. Beban kan berat ya, berat. Berat kita ini. Belum lagi desakan dari masyarakat. Desakan dari media juga. Ini bukan tidak berat. Belum lagi ada yang bilang masuk angin. Kan berat kan," kata Surahman di Gedung DPR, Jakarta, Senin (30/11).

Surahman menjelaskan dalam rapat pleno nantinya juga akan menentukan apakah sidang akan digelar secara tertutup ataupun terbuka. Dia berjanji akan mendengar masukan dari berbagai pihak yang meminta sidang digelar secara terbuka.

"Regulasi yang ada tentu harapan publik itu seyogyanya dikabulkan, diperhatikan. Tapi, kalau menabrak undang-undang kan tidak boleh. Karena publik kita sadar hukum kan," ujarnya.

"Saya menduga ini arahnya akan terbuka. Tapi, itu akan dibahas sebelum persidangan. Nanti kemungkinan ditayangin di TV parlemen, TV MKD ya. Tapi, boleh masuk ke dalam. MKD kan tak punya sidang khusus. Nanti kalau ada gedung sendiri," tambahnya.

(mdk/dan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP