Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ketua DPR terima surat protes dari Pemerintah Myanmar

Ketua DPR terima surat protes dari Pemerintah Myanmar Marzuki Alie. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Ketua DPR Marzuki Alie baru saja menerima surat protes dari Pemerintah Myanmar. Surat protes ini merupakan surat balasan, yang sebelumnya dikirim Marzuki Alie terkait diskriminasi etnis Rohingya di Myanmar.

"Isinya panjang, prinsipnya mereka tidak terima kalimat genocide, tidak ada diskriminasi, korban dari kedua belah pihak," kata Marzuki kepada wartawan di Jakarta, Senin (6/8).

Pemerintah Myanmar menjelaskan, pembantaian suku atau etnis Rohingya terjadi karena kasus perkosaan dan perampokan yang dilakukan tiga orang muslim terhadap seorang ibu muda di Desa Kyauk Ni Mau di Rakhine State. Ujungnya terjadi perang suku dan timbul korban dari kedua belah pihak.

Menurut Marzuki, kasus pembantaian suku Rohingya beda tipis dengan kejadian di Suriah. Di Negara Timur Tengah itu umat Muslim saling bantai.

"Kalau di kita hal itu kayaknya sulit terjadi. Pilkada saja, minoritas bisa juara. Saya juga baru terima surat protes dari Ketua Parlemen Myanmar atas pernyataan sikap yang lalu di media," kata Marzuki.

Marzuki sendiri berkeinginan ada penyelesaian atas masalah muslim Rohingya. Karena itu sebagai Presiden Parlemen OKI, Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat ini mengingatkan agar badan-badan terkait ikut turun tangan. Sebab semua memiliki mekanisme sesuai tata pergaulan internasional.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sendiri, kata Marzuki, sudah mengirim surat serupa kepada Myanmar. Namun Marzuki tak menjelaskan isinya.

"Presiden juga sudah resmi menyampaikan ke Myanmar," tegas Marzuki. (mdk/hhw)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP