Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ketua DPR Sebut Kesepakatan Mengurangi Emisi Harus Diwujudkan, Termasuk Indonesia

Ketua DPR Sebut Kesepakatan Mengurangi Emisi Harus Diwujudkan, Termasuk Indonesia DPR terima surat pencalonan Andika Perkasa jadi Panglima TNi. ©Liputan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - Ketua DPR RI Puan Maharani mendukung seluruh pemerintah di dunia menerapkan strategi pembangunan hijau atau rendah karbon secara global untuk mengurangi emisi. Puan mendorong penggunaan energi terbarukan untuk mencapai terwujudnya tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).

"Krisis iklim terus menjadi ancaman bagi seluruh umat manusia. Komitmen untuk mengatasi perubahan iklim harus dijaga karena krisis akibat perubahan iklim akan berdampak negatif bagi pencapaian SDGs. Kita harus berinvestasi untuk masa depan sehingga green economy harus jadi strategi bersama," ujar Puan dalam keterangannya, Kamis (4/11).

Puan mengapresiasi komitmen 19 negara dan organisasi di dunia, termasuk Indonesia untuk mengakhiri era energi fosil, terutama batu bara pada Conference of Parties (COP) ke-26 di Glasgow, Skotlandia.

Dia mengatakan, kesepakatan untuk mengurangi emisi harus benar-benar diwujudkan oleh seluruh negara, termasuk Indonesia.

"KTT Pemimpin Dunia COP26 harus menjadi upaya global untuk mengatasi perubahan iklim melalui pembangunan yang lebih inklusif dan hijau. Maka kesepakatan untuk untuk mengurangi emisi harus benar-benar diwujudkan, termasuk Indonesia," ujar politikus PDIP ini.

"Walaupun hal tersebut masih membutuhkan waktu mengingat Indonesia saat ini masih sangat bergantung pada bahan bakar fosil. Tapi kita harus optimis mampu secepatnya memanfaatkan energi terbarukan agar membawa dunia semakin lebih baik," tegasnya.

Menurutnya, komitmen mengurangi emisi dinilai penting karena dunia berada dalam tipping point menghadapi krisis iklim. Butuh political will semua negara untuk meningkatkan ambisi penurunan emisi dan melakukan langkah adaptasi lewat strategi pembangunan hijau.

"Dunia harus bersatu menanggulangi emisi. Dan diperlukan kerja sama dari semua negara. Kerja sama internasional harus ditekankan pada investasi ekonomi hijau, dan sistem ketahanan bencana," kata mantan Menko PMK itu.

(mdk/fik)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP