Ketua Bawaslu Makassar terima ancaman dan teror bangkai ayam
Merdeka.com - Ketua Bawaslu Makassar, Nursari mengaku mendapat ancaman dan teror bangkai ayam busuk dalam kantong plastik diletakkan di depan pagar rumahnya Jalan Sarappo Nomor 136, Kecamatan Wajo, Makassar, Minggu (6/5) subuh. Di dalam kantongan itu juga ada secarik kertas bertuliskan kalimat 'Ketua Panwas, awasko'.
"Subuh itu usai salat, Pak Nursari terima informasi dari iparnya yang baru pulang dari masjid kalau ada kantongan plastik di luar pagar rumah berisi bangkai ayam yang sudah busuk. Ada juga tulisan ancaman. Saat Pak Nursari cek keluar, bangkai ayam dan tulisan ancaman itu benar adanya. Kemudian cek monitor CCTV yang ada di rumah, terlihat jelas ada orang yang sengaja meletakkan bangkai itu," kata Humas Bawaslu Makassar, Muhammad Maulana, ditemui di kantornya, Selasa (8/5).
Dalam kamera pengawas itu terlihat dua orang laki-laki berboncengan motor. Satu di antaranya meletakkan kantongan plastik berisi bangkai itu di depan pagar. Tidak ada tanda-tanda khusus yang dikenakan dua orang pelaku itu. Keduanya menggunakan jaket dan helm.
Kejadian ini kemudian disampaikan ke pihak Polsek Wajo. Kemudian malam harinya pihak kepolisian berinisiatif memberikan pengamanan.
"Ketua Bawaslu belum masukkan laporan resmi tapi pihak Polsek Wajo telah lakukan penyelidikan, CCTV juga sudah diserahkan. Tapi hingga saat ini kami belum tahu perkembangan penyelidikan kasusnya," kata Muhammad Maulana.
Dia menambahkan, bukan hanya teror bangkai ayam dan tulisan ancaman di kertas, ketua Bawaslu Makassar ini juga sudah sering kali terima teror melalui pesan SMS. Redaksi ancamannya beragam tapi intinya mengancam Nursari agar hati-hati tapi ancaman-ancaman itu tidak ditanggapi secara berlebihan.
Teror seperti ini, kata Muhammad Maulana, diterima Nursari sejak pasangan Mohammad Ramdhan Pomanto atau Danny Pomanto dan Indira Mulyasari Paramastuti ajukan gugatan terhadap KPU Makassar ke Bawaslu Makassar karena didiskualifikasi dari kompetisi Pilwalkot Makassar. Dan sudah beberapa hari ini berlangsung sidang atau musyawarah penyelesaian sengket Pilwalkot di kantor Bawaslu Makassar.
"Diduga teror-teror itu terkait sengketa pilwalkot," kata Muhammad Maulana.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya