Ketinggian air di Waduk Pluit menurun
Merdeka.com - Curah hujan di Jakarta yang mulai menurun berpengaruh besar terhadap ketinggian air di Waduk Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara. Hingga siang tadi ketinggian air sudah menurun hingga mencapai 0 sentimeter.
Sebelumnya, pada Senin (9/2) lalu, ketinggian air Waduk Pluit bahkan mencapai sekitar +150 sentimeter. Ketinggian air di Waduk Pluit ini yang disebut Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebagai penyebab kompleks Istana Kepresidenan kebanjiran.
Karena curah hujan mulai menurun, Penanggung Jawab Rumah Pompa Waduk Pluit, Joko, mengatakan pada Rabu (11/2) dini hari tadi, ketinggian air sudah menyusut hingga +80 cm. Pagi hari pukul 07.00 Wib ketinggian menjadi +60 cm, kemudian menjadi 0 sentimeter pada pukul 11.30 Wib.
"Sejak malam tadi memang sudah mulai menurun," ujar Joko kepada wartawan di lokasi, Rabu (11/1).
Joko mengungkapkan, hingga saat ini sebanyak 9 pompa masih beroperasi secara maksimal. Namun, dia tidak dapat memastikan kapan air dalam waduk dapat mencapai ketinggian normal, yakni antara -150 sampai dengan -190 sentimeter.
"Kita tidak bisa pastikan kapan bisa normal lagi. Tergantung, kalau ada hujan deras dan kiriman lagi tentu air meningkat," tegasnya.
Sementara itu Kasudin Tata Air Jakarta Utara, H Kasna, mengatakan secara umum genangan yang terjadi di sejumlah wilayah Jakarta Utara sudah mulai menyurut. Dari data yang masuk pada pihaknya, genangan yang signifikan hanya terjadi di sejumlah titik di wilayah Kelurahan Pejagalan, dengan ketinggian 70 sentimeter.
"Selain Pejagalan sudah relatif tidak signifikan. Saat ini air laut pun sudah tidak pasang sehingga pompa-pompa kita harap mampu mengalirkan air dari saluran," tandasnya.
(mdk/ren)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya