Ketimbang orangutan, nasib Orang Rimba lebih tragis
Merdeka.com - Sebelas Orang Rimba tewas diduga karena kelaparan. Peristiwa ini memicu keprihatinan sejumlah pihak. Ketua Dewan Pakar Komunitas Adat Terpencil (KAT) Budi Santoso sampai mengatakan nasib masyarakat adat tersebut lebih buruk dibandingkan orangutan terutama karena lingkungan tempat tinggal mereka terancam.
"Apa yang selama ini kita khawatirkan dan yang menjadi masalah krusial yaitu kelaparan, itu yang terjadi pada Orang Rimba," kata Budi Santoso dikutip Antara, Rabu (11/3).
Ditinjau dari kebiasaan hidup Orang Rimba, Budi mengatakan Orang Rimba memiliki kebiasaan berpindah atau melangun ke tempat yang tidak jauh dari sumber makanan. Saat berpindah pun mereka tidak akan keluar dari wilayah teritorinya dan tidak akan melampaui batas jelajah mereka.
"Yang terjadi adalah daerah mereka sudah terancam, karena segala kehidupan termasuk manusia memerlukan lingkungan hidup. Kalau lingkungannya rusak maka mereka juga pasti berpindah mencari yang lebih baik," katanya.
Selain kekurangan sumber makanan, hidup mereka pun terancam dan mereka kini tidak merasa aman.
"Yang dihadapi KAT adalah terancamnya sumber makanan mereka bisa saja karena lingkungan yang sudah rusak," tambah dia.
Selain itu juga dibutuhkan jaminan kelangsungan hidup keturunannya sehingga dipastikan mereka mencari tempat yang lebih baik.
(mdk/ary)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya