Ketika Wapres Boediono terilhami Pandawa Lima
Merdeka.com - Wakil Presiden Boediono menggelar pertunjukan wayang kulit. Lakon yang dibawakan Ki Cahyo Kuntadi adalah Pandowo Boyong. Lakon ini bercerita saat Pandawa Lima mengalahkan Kurawa dalam perang besar Baratayudha.
Setelah menang perang, bukan berarti tugas Yudhistira dan adik-adiknya selesai. Mereka justru menghadapi tantangan bagaimana membangun Hastinapura yang hancur porak-poranda akibat perang. Semangat membangun inilah yang mengilhami Boediono.
"Semangat ini yang perlu," kata Boediono, Sabtu (7/7) di Kantor Wapres, Jakarta.
Boediono fasih jika bicara soal wayang kulit. Pak Boed, panggilan akrabnya mengaku tak punya cita-cita menjadi wakil presiden. Dia malah ingin menjadi seorang perajin wayang.
"Wayang ini perlu dilestarikan," kata Pak Boed.
Ternyata, menggelar wayang kulit juga sudah lama menjadi keinginan Boediono. Namun baru kali ini terlaksana.
"Rencana menggelar wayang sebetulnya sudah lama. Pak Boed dari kecil sangat menggemari wayang," kata Juru Bicara Wakil Presiden Boediono, Yopie Hidayat.
Yopie menjelaskan Boediono ingin mengajak masyarakat sama-sama menikmati hiburan. Itu sebabnya, untuk acara ini Boediono juga mengundang masyarakat di sekitar, meski tidak dibuat 100% terbuka karena menimbang faktor keamanan.
Dalang yang tampil yakni Ki Cahyo Kuntadi dengan membawakan lakon Pandowo Boyong. Kemudian, bintang tamu yang hadir diantaranya adalah seniman tradisi Kirun, dan pesinden asal Jepang, Hiromi Kano serta sinden asal Hongaria Agnes Serfozo.
Pegelaran wayang kulit ini bertepatan dengan rencana Boediono menempati kantor baru yang terletak di bekas Gedung Dewan Pertimbangan Agung di tepi Jalan Veteran III, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pada 16 Juli 2012 mendatang.
"Soal lakon, itu disesuaikan saja dan kebetulan berdekatan waktunya dengan rencana pindah kantor," jelas Yopie.
Selain Wapres, pejabat yang melekat lainnya turut pindah, seperti sekretaris Wapres, staf khusus, pejabat eselon 1, serta sebagian pejabat eselon 2. Perpindahan ini dilakukan setelah evaluasi dan audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) usai.
Setelah pindah, Istana Wapres yang saat ini ditempati Boediono akan direnovasi. Salah satu yang akan direnovasi adalah bagian atap yang sudah rusak dan bocor. Kendati demikian, dirinya mengatakan, renovasi tak akan mengubah struktur bangunan karena Istana Wapres telah masuk ke dalam cagar budaya.
Renovasi diperkirakan selesai pada awal tahun 2012. Selanjutnya, Istana Wapres hanya berfungsi sebagai tempat menerima tamu negara. (mdk/ian)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya