Ketika Ustaz Solmed disemprit FPI dan KPI

Reporter : Didi Syafirdi | Sabtu, 4 Agustus 2012 07:15




Ketika Ustaz Solmed disemprit FPI dan KPI
Ustad Solmed. Kapanlagi.com

Merdeka.com - 'Semakin tinggi pohon, semakin kencang angin bertiup'. Peribahasa itu sepertinya pas dialamatkan pada Ustaz Solmed. Di kala karirnya tengah menanjak, Solmed diterpa berbagai isu tak sedap. Namun isu itu sepertinya malah membuat Solmed semakin tersohor.

Sebagai pendatang baru, pria dengan nama asli Sholeh Mahmoed itu bisa dibilang laris manis mengisi ceramah. Wajahnya kerap kali mengisi siaran-siaran rohani di sejumlah televisi swasta. Tak heran jika Solmed langsung menjadi idola khususnya di kalangan kaum hawa.

Ketenaran yang didapat Solmed berjalan lurus dengan kisah asmaranya. Tanpa butuh waktu lama Solmed berhasil menaklukan hati artis pendatang baru, April Jasmine. Muncul dihadapan publik, Solmed mengaku sedang menjalankan proses ta'aruf. Kala itu tayangan infotaimen hampir setiap hari memberitakan pendekatan Solmed dengan April.

Kedekatannya dengan April mulai menuai kritikan. Kritik itu justru datang dari Ketua DPD FPI DKI Jakarta Habib Salim Alatas. Tak tanggung-tanggung Habib Selon biasa Salim disapa menilai Solmed salah kaprah dalam menjalankan ta'aruf.

"Seharusnya seorang ustaz itu tampil dan menunjukkan akhlak sebagai da'i dan ustaz, tidak seperti preman, playboy dan tidak lebay. Sebagai dai itu tidak ada istilah komersil dan sering nongol di televisi," tegas Habib Selon kala itu.

Entah tersinggung dengan ucapan itu atau ada alasan lain, Solmed akhirnya memilih mengundurkan diri dari Front Pembela Islam (FPI). Di FPI, Solmed merupakan salah satu petinggi dengan jabatan Wakil Sekretaris Jendral (Wasekjen) DPP FPI.

Lebih mengejutkan adalah pengakuan perempuan bernama Dewi Yuliawati, yang mengaku sebagai mantan istri Solmed. Dewi membuka aib Solmed soal pernikahannya yang kandas. Tapi tudingan itu dibantah mentah-mentah oleh Solmed.

Solmed juga sempat kena semprit Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). Pasalnya, acara yang dibawakan oleh Solmed, "Akhirnya Aku Tahu", pada 15 Juli lalu membahas tentang seks. KPI menilai dialog tersebut terlalu vulgar dan masuk pelanggaran penyiaran seperti pelanggaran atas perlindungan anak, norma kesopanan, pembatasan bincang-bincang seks dan penggolongan program siaran.

"Dialog bermuatan hubungan seks tersebut terjadi antara seorang Ulama (Ustad Solmed) dengan beberapa jamaah yang membahas materi tentang kontrasepsi, hubungan intim suami istri, pembesaran alat kelamin, oral seks dan informasi tata cara hubungan seks lainnya," tulis KPI di website resminya.

Mendapat teguran dari KPI, Solmed tak merasa terganggu karena dirinya hanya mengikuti aturan yang dibuat stasiun televisi. "Saya dakwah tetap dakwah, jadi nggak terganggu. Soal teguran itu urusan TV lah. Pakem KPI kan saya nggak paham, saya hanya paham pakem Alquran dan hadis," ujar Solmed.

Menurut Solmed, yang mengetahui tayangan itu layak atau tidak adalah stasiun televisi itu sendiri. "Saya sudah bilang ke mereka, tema-tema yang sifatnya sensitif, tolong dikaji, layak atau tidak itu Anda (stasiun televisi) yang menentukan," tuturnya.

[did]


JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya






Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG iREPORTER
LATEST UPDATE
  • Kedekatan Hamzah Haz dengan PDIP akan bawa PPP ke Jokowi-JK
  • Dirawat di rumah sakit, Wenda Tan hamil kembali?
  • Empat miliar tahun lalu Bumi lebih sejuk dan nyaman buat dihuni
  • Jalan setapak terseram di dunia kembali dibuka
  • Hanura minta Jokowi tak pilih menteri bergaya saudagar & elitis
  • Dipecat dari PAN, Wanda Hamidah banjir dukungan di media sosial
  • Ngadimin, calon haji asal Bantul meninggal di Tanah Suci
  • Gaji bulanan kurang, Hansip nyambi jadi bandar togel
  • Eks Dirut Indosat M2 Indar Atmanto dieksekusi ke LP Sukamiskin
  • Djoko Suyanto terseret kesaksian Daniel Sparingga di kasus Jero
  • SHOW MORE