Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ketika pedagang asongan cari rezeki tanpa takut diusir Satpol PP

Ketika pedagang asongan cari rezeki tanpa takut diusir Satpol PP Pedagang asongan. ©2016 Merdeka.com/Yunita Amalia

Merdeka.com - Jika pedagang asongan melihat pasukan Satpol PP langsung lari terbirit-birit, berbeda dengan hari ini. Saat aksi damai jilid III atau dikenal dengan aksi 212 digelar di Silang Monas, Jakarta, Pedagang kaki lima ataupun asongan merasa untung.

Dinar (28), salah satu pedagang asongan mengatakan adanya aksi seperti ini membawa keuntungan tersendiri baginya. Selain ramainya pembeli, dia juga leluasa berjualan di sekitar pintu gerbang silang Monas tanpa mengkhawatirkan kejaran Satpol PP.

"Kalau kayak gini emang rame, untungnya juga beda biasanya sehari dapet Rp 50 ribu kalau lagi ramai kayak gini Rp 100 ribu lebih. Kan enggak diusir usirin juga," ujar Dinar.

Bahkan, imbuhnya, beberapa petugas Satpol PP justru jajan di pedagang asongan. Kebanyakan, petugas yang bertugas menertibkan kerapihan lingkungan itu membeli kopi panas.

"Kopi sih biasanya, sama pop mi," tukasnya.

Salah satu petugas Satpol PP yang namanya enggan disebutkan itu mengaku penertiban pedagang liar dilakukan untuk menjaga ketertiban umum, namun berbeda jika ada aksi besar seperti saat ini. Selama demo berlangsung, dia ditugaskan untuk menjaga pintu tenggara, dekat Stasiun Gambir.

Justru dia mengaku terbantu banyaknya pedagang. "Banyak jualan kopi, rokok, kalau snack yang dibagi-bagiin, kan kebanyakan roti yah jadinya yang enggak doyan roti buat sarapan pagi bisa beli kopi aja di sini (pedagang asongan)," ujarnya.

(mdk/tyo)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP