Ketika nama Jokowi 'nangkring' di soal ujian nasional
Merdeka.com - Jejaring sosial seperti Twitter dan Facebook kemarin ramai membahas mengenai soal Ujian Nasional (UN) mata pelajaran Bahasa Indonesia yang membahas mengenai profil Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi).
Dalam soal itu, terdapat dua paragraf yang berisi profil Jokowi. Isinya antara lain tanggal dan tempat kelahiran Jokowi, kemudian profil dirinya sebagai Gubernur DKI sampai penyebutan Jokowi sebagai tokoh seni dan budaya.
Munculnya Jokowi yang juga capres dari PDIP tersebut sangat disayangkan. Ketua Badan Standar Nasional Pendidikan (BNSP) Edy Baskoro menilai, hal itu seharusnya tidak terjadi. "Semestinya tidak ada soal mengenai Jokowi itu," ujar Edy, Senin (14/4) kemarin.
"Prinsipnya soal itu harus netral," sambungnya.
Menurutnya, dalam membuat soal, ada kisi-kisi mengenai soal UN tersebut, kemudian dilakukan seleksi kembali. "Saya akan melakukan pengecekan terhadap hal itu," katanya.
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo ( Jokowi ) enggan berkomentar terkait namanya yang tercantum dalam soal Ujian Nasional (UN) SMA dan SMK. Menurut dia, seharusnya pertanyaan UN lebih kepada tokoh-tokoh sejarah dan tokoh perjuangan Tanah Air.
"Gak tahu, tanya yang buat," ujar Jokowi usai resmikan foodcourt Blok G , Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (14/4).
Menurut Jokowi , pertanyaan UN tersebut seharusnya berhubungan dengan tokoh-tokoh sejarah dan tokoh pahlawan nasional, sehingga rekam jejak sejarah lebih tertangkap oleh para murid SMA.
Terkait munculnya biografi Jokowi di soal UN bahasa Indonesia tersebut, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Mohammad Nuh mengaku belum mengetahuinya. "Belum tahu, saya belum ngecek," katanya saat memantau pelaksanaan UN di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Anak Pria Tangerang, Senin (14/4) kemarin.
Menurut M Nuh, memang ada standar khusus dalam pembuatan soal ujian. Namun apakah soal yang berisi biografi Jokowi tersebut memenuhi standar, M Nuh belum bisa menjawabnya.
"Iya ada standarnya memang, tapi kita ingin ngecek dulu, beri kita waktu dulu. Apa betul ada naskah ujian yang menceritakan seseorang. Kalau betul seperti itu, tentu harus menjadi catatan pembuat soal," ujarnya.
(mdk/has)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya