Ketika FB tak cuma buat update status tetapi juga untuk kriminal
Merdeka.com - Facebook dibuat untuk memudahkan berkomunikasi antar user, alias mendekatkan yang jauh. Ini bisa menjadi pilihan selain telepon maupun berkirim pesan.
Tetapi di tangan penjahat, Facebook dijadikan lapak untuk memajang serta menjual barang-barang hasil curian.
Di Cilacap Jawa Tengah, enam pelajar yang jadi komplotan pencuri nekat menjual motor hasil curian ke Facebook. Bisa jadi, aksi nekat mereka lantaran pusing harus menjual ke mana karena takut bakal dicurigai.
"Untuk satu target motor hanya dilakukan dalam waktu dua menit. Jika dalam menjalankan aksinya lebih dari dua menit, pelaku langsung mengurungkan aksinya," kata Kapolres Cilacap AKBP Ulung Sampurna Jaya di Markas Polres Cilacap, Selasa (24/2).
Dalam modus operandinya, tersangka mengambil sepeda motor yang diparkir tanpa pengawasan menggunakan kunci T. Setelah berhasil membawa sepeda motor, mereka kemudian menawarkannya melalui jejaring sosial seperti Facebook, atau di Grup Jual Beli Online lainnya di regional Cilacap.
Dari penangkapan keenam pelaku, petugas menyita 15 unit kendaraan bermotor berbagai merek, satu set kunci letter T dan beberapa pasang pelat nomor kendaraan bermotor.
Keenam sindikat pencurian motor ini terdiri dari Da (18), De (17), Di (17), A (18), L (18), dan E (30).
Sebelum melakukan penangkapan, petugas menerima informasi adanya orang yang menawarkan sepeda motor tanpa surat dalam Facebook milik Da.
Setelah melakukan penyelidikan, petugas berhasil menangkap Da dan kemudian mengembangkan penyelidikan. Hasilnya, dari pengembangan pemeriksaan lanjutan, dilakukan penangkapan terhadap lima tersangka lainnya. (mdk/cob)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya