Keterangan ibu bocah 10 tahun tewas dianiaya ayah tiri berubah-ubah
Merdeka.com - Risnawati, ibu kandung HS, bocah 10 tahun yang tewas dianiaya ayah tiri masih menjali pemeriksaan di Polsekta Sungai Kunjang. Keterangan yang diberikan kepada penyidik kerap berubah-ubah.
"Keterangan ibunya ini (Risnawati) ini nggak jelas, bilang lupa. Maka dari itu, kita juga hadirkan anaknya yang lain, tak lain adalah kakak kandung korban," terang Wakapolsekta Sungai Kunjang AKP Dherrie Alim di rumah korban, Selasa (2/1).
Untuk itu, polisi mendatangi rumah korban yang juga ditempati pelaku Rahmatullah (31) di Jalan Jakarta 2 Blok D5, Lok Bahu, Sungai Kunjang, sekitar pukul 11.00 Wita. Kedatangan polisi untuk mengambil beberapa barang korban dan pelaku serta memeriksa seluruh sudut rumah.
Pantauan merdeka.com, tiga mobil polisi tiba di lokasi. Di rumah yang dipasang garis batas polisi, kepolisian memeriksa satu persatu kamar, seluruh sudut rumah, mencari barang bukti, diantaranya pakaian korban HS, saat meregang nyawa.
Terlihat tempat tidur korban di dalam kamar, tempat awal HS saat meregang kesakitan, hingga dia dipindah ke ranjang di ruang
Kedatangan polisi ke lokasi kejadian, untuk mengungkap kasus itu secara gamblang. Sementara, istri siri dari tersangka Rahmatullah, Risnawati, terlihat hanya berada di dalam mobil polisi Fortuner KT 11 MY, sambil menggendong bayinya.
"Kita ke TKP ini, untuk kembali mengumpulkan barang bukti, yang belum kita ambil. Misalnya, kita amankan pakaian korban," kata Derrie.
Sebelum tewas, korban HS, juga sempat diikat di ranjang tidur. Peran ibunya sebelum kematian HS, terus diselidiki. "Posisi terakhir, dari keterangan orangtua korban ada di dalam kamar, diikat di ranjang. Saat ini, baru 1 tersangka, tapi kami terus dalami kasus ini, demikian Dherrie.
Diketahui, Rahmatullah diciduk polisi, Sabtu (30/12) malam, usai dilaporkan warga yang curiga bocah HS, meninggal tak wajar akibat dianiaya. Rahmatullah mengaku menganiaya HS karena kesal. "Anak saya itu, sering pulang larut, kadang subuh. Dicurigai juga sering curi uang tetangga," kata Rahmat kepada merdeka.com, Minggu (31/12).
(mdk/rhm)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya