Keteladanan Bung Hatta di mata ketiga putrinya
Merdeka.com - Haul ke-37 meninggalnya Mohammad Hatta atau Bung Hatta tentu membangkitkan kembali memori-memori lama tentangnya. Terlebih kenangan yang membekas di hati dan ingatan anggota keluarganya.
Putri kedua Bung Hatta, Gemala Rabi'ah Hatta bercerita tentang sosok ayahnya. Kepada awak media, Gemala cuma menggambarkan Bung Hatta dalam satu kalimat pendek. "Dia selalu diam," kata Gemala, Selasa (14/3).
Ketika dikonfirmasi maksud di balik ungkapan itu, Gemala mengisahkan secara lebih mendetail tentang sosok Bung Hatta. Wakil Presiden I RI ini bukan sosok yang mengagungkan diri sendiri. Bahkan dia sempat tidak tahu kalau ayahnya seorang proklamator dan bapak bangsa.
"Ayah saya itu, apa pun yang sudah dia ikhtiarkan baik, kepada kami, dia tidak pernah cerita. Bahwa ayah itu proklamator pun saya enggak tahu. Atau bahwa ayah wakil presiden pun enggak tahu waktu kecil. Dia selalu diam, karena dia enggak mau pamer," ujar Gemala.
Namun meskipun demikian, Gemala yakin, kelak suatu saat republik ini akan tahu dan menghargai sumbangan Bung Hatta terhadap Indonesia dan dunia.
Meutia Farida Hatta, putri pertama pasangan Bung Hatta dan Rachmi Rahim pun punya memori tersendiri tentang ayahnya. Dia selalu ingat kata-kata sang ayah yang sangat berguna dalam hidup dan karya setiap hari.
"Bung Hatta selalu mengatakan, kalau kita mau dihormati orang, kita harus lebih dulu menghormati mereka dan memberikan hak-hak sosial mereka. (Prinsip) itu dijabarkan dalam program-program," ujar mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan itu.
Sebagai puteri bungsu, Halida Nuriah Hatta selalu terkenang pesan sang ayah yang disampaikan dalam pidato-pidatonya.
"Bung Hatta pernah mengatakan, yang paling susah dari tabiat manusia adalah berubah, biasanya manusia senang berada di zona nyaman. Misalnya, yang berasal dari daerah tertentu, hanya memikirkan daerahnya saja, sedangkan kita harus membangun negeri."
Lebih lanjut Halida mengatakan, ayahnya sangat ingin dekat dengan rakyat. Karena itu Bung Hatta memilih dikuburkan di Tempat Pemakaman Umum, bukan di Taman Makam Pahlawan.
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya