Ketegasan Jokowi tolak helikopter asing dibeli TNI AU
Merdeka.com - Guna meningkatkan kenyamanan dan keamanan presiden, wakil presiden dan tamu VVIP, Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) berinisiatif membeli helikopter baru. Pilihan jatuh kepada helikopter buatan Italia dan Inggris, yakni AugustaWestland AW-101.
Pembelian heli dengan desain mewah dan nyaman tersebut dilakukan untuk menggantikan SuperPuma yang mulai uzur termakan usia. Apalagi, terdapat banyak fasilitas yang lebih unggul, terutama buat keamanan kru dan penumpangnya.
"Helikopter ini di atasnya SuperPuma, punya daya angkut lebih besar dan endurance lebih baik," ungkap Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Kadispenau) Marsekal Pertama Dwi Badarmato kepada merdeka.com, Rabu (18/11) lalu.
Sekretaris Militer Kepresidenan (Sesmilpres) Marsekal Madya Hadi Tjahjanto memastikan pemerintah tak terlibat sama sekali dalam pembelian helikopter mewah tersebut. Pengadaan itu sepenuhnya inisiatif TNI AU.
"Pengadaannya dilakukan TNI AU. Sedangkan kami hanya pengguna saja," ungkap Hadi.
Rupanya, pembelian tersebut menimbulkan pro dan kontra di masyarakat, bahkan PT Dirgantara Indonesia (DI) ikut panas mengomentari rencana pembelian itu. Perusahaan penerbangan yang didirikan BJ Habibie ini kesal dianggap tak bisa membuat pesawat untuk keperluan presiden.
Hal itu diungkapkan Direktur Produksi PTDI Arie Wibowo di Bandung, Jawa Barat. Dia mengklaim EC-725 sangat direkomendasikan dengan bagi tamu penting dengan pelayanan mewah.
"Helikopter Airbus EC-725 sangat direkomendasikan bagi VVIP yakni Presiden dan Wakil Presiden, dan lebih unggul dibandingkan buatan Italia (AW-101)," ujar Arie, Rabu (25/11).
Dia menjelaskan, helikopter EC-725 telah di desain sebagai helikopter antipeluru. Ini dapat terpasang terutama pada badan helikopter bagian samping dan bawah. Meski begitu, pihaknya akui kaca helikopter belum antipeluru.
"Untuk kaca memang tidak antipeluru. Karena helikopter cenderung ditembak dari bagian bawah, maka yang antipeluru bagian bawahnya, termasuk bagian samping dan tangki bahan bakar kita beri lubricant," jelasnya.
Meski bukan inisiator, apa respon pemerintah?
(mdk/tyo)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya