Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kesal soal bau sianida, ahli toksikologi adu mulut dengan Otto

Kesal soal bau sianida, ahli toksikologi adu mulut dengan Otto Sidang Jessica. ©2016 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Kepala bidang ilmiah ahli forensik (Membidangi ahli toksikologi forensik) Bareskrim Polri Kombes Pol Nursamran Subandi emosi ketika dirinya dicecar oleh pihak Jessica soal bau kopi sianida. Sebab sebelumnya, Nursamran selalu menegaskan bahwa soal kopi itu bukan dia yang mencium baunya, melainkan anggotanya.

"Pernah cium sianida (kopi Mirna)?," tanya Kuasa Hukum Jessica, Otto Hasibuan kepada Nursamran di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (3/8).

Mendengar pertanyaan tersebut, Nursamran awal menjawab dengan santai bahwa dia tak pernah menciumnya. Bisa sempoyongan, ungkap Nursamran jika mencium kopi Mirna.

Namun Otto kembali menanyakan dengan bau sianida seperti bau almond, sebagaimana yang pernah diucap Nursamran ketika sebelumnya ditanya oleh Hakim Ketua Kisworo.

"Baunya kaya almond tapi bau aslinya belum pernah ya?," tanya Otto.

"Kalau bau tidak bisa didefinisikan, yang bisa dicium dalam bentuk gas, maaf ya Pak, kaya kentut bentuk gas kan bisa dicium," jawab Nursamran mulai meninggi.

"Tadi saudara tidak pernah cium karena tidak berani. Kalau ada orang cium itu gimana?," tanya kembali Otto.

Mendengar pertanyaan Otto soal bau sianida yang menurutnya itu-itu saja, Nursamran pun geram.

"Lebih baik dicoba Pak, kalau bapak mau saya coba kan. Kalau mau boleh kok. Ahli buat bikin percobaan, Pak. Saya sudah tunjukkan berdasarkan percobaan," jawab Nursamran meninggi.

Mendengar jawaban Nursamran, sontak keluarga Mirna seperti sang ayah Darmawan sSlihin bertepuk tangan. Namun Otto tak sampai situ, dia masih menanyakan kembali tentang sianida.

"Kalau abis sianida sakitnya kaya apa?," tanyanya.

"Tergantung konsentrasinya. Kopi diisi sianida tidak ada referensinya. Kalau bapak mau bisa saya coba," jawab Nursamran kembali.

Sebelumnya Otto juga sempat seperti menantang ilmu dengan Nursamran. "Oke, saya tanya soal keilmuan bapak," ujar Otto.

"Kalau bapak mau bayar, saya bayar. Saya juga konsultan Pak, sama kaya bapak," jawab Nursamran.

Sontak, Otto pun merespon dan menantang Sarman untuk menyebutkan harga. "Berapa kontrak bapak, berapa?" tutup Otto. (mdk/hhw)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP