Kesaksian teman sepermainan Ahok tak percaya nistakan agama
Merdeka.com - Penasihat hukum terdakwa kasus dugaan penodaan agama Basuki Tjahaja Purnama menghadirkan Fajrun. Di mana Fajrun merupakan teman sepermainan mantan Bupati Belitung Timur itu semenjak masih SD.
Fajrun menceritakan, dirinya tinggal sekitar 200 meter dari rumah Basuki atau akrab disapa Ahok itu. Dalam kesehariannya, mantan politisi Gerindra itu tidak pernah memilih-milih saat akan memberikan bantuan.
"Beliau sangat sosial, tidak (hanya) kepada yang non-muslim, kepada yang muslim beliau sangat sosial," katanya di Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Selasa (14/3).
Dia mengungkapkan, sifat sosial Ahok pernah diwujudkan dengan memberangkatkan sejumlah orang Islam di Bangka Belitung untuk ibadah umrah. Sehingga Fajrun tidak yakin jika temannya itu melakukan penodaan agama Islam karena tak pernah bicara kasar atau menyinggung orang muslim di Bangka Belitung Timur.
"Menurut saya, beliau tidak menistakan agama Islam dan Surat Al-Maidah (ayat) 51, serta ulama-ulama. Intinya omongan beliau supaya orang-orang yang ada di situ jangan dibohongi sama orang yang mempergunakan Surat Al-Maidah itu untuk keperluan yang bukan-bukan," tutupnya.
Untuk diketahui, saat ini Ahok berstatus sebagai terdakwa dalam perkara dugaan penistaan agama. Pernyataannya terkait Surat Al-Maidah Ayat 51 membawanya ke meja hijau. Jaksa Penuntut Umum (JPU) mendakwa Ahok dengan Pasal 156 a KUHP tentang penistaan agama dengan ancaman penjara paling lama lima tahun.
(mdk/rhm)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya