Kesaksian rohaniawan jelang terpidana mati dieksekusi
Merdeka.com - Regu penembak melayangkan timah panas kepada empat terpidana mati kasus narkotika di Lembaga Pemasyarakat (Lapas) Nusakambangan Jumat (29/07) dini hari.
Rohaniawan salah satu pendamping terpidana mati, Seck Osmane bernama Rina merasa kehilangan, lantaran 13 tahun sudah dirinya mendampingi Osmane sejak dipenjara di Lapas Pasir Putih, Nusakambangan.
Dia menjadi salah satu kerabat dekat yang menemani dan memberi kekuatan kepada Osmane menuju detik-detik kematiannya. Rina menyaksikan sendiri bagaimana suasana eksekusi mati di Nusakambangan. Menurut kesaksiannya, Osmane berada di urutan terakhir dari empat terpidana lainnya.
"Eksekusi sangat tidak nyaman, hujan deras dan saya sampai basah kuyup. Saya mendampingi dia sampai akhir dan memang dia sangat tegar, meski eksekusi dijalankan sangat mendadak," ungkap Rina di Rumah Sakit di St. Carolus, Jakarta (29/07).
Rina menilai, pihak kejaksaan sangat tertutup selama proses eksekusi. Sampai saat ini, tidak ada keterangan yang jelas dari pihak Kejaksaan Agung mengapa dari 14 terpidana mati, hanya empat yang dieksekusi.
"Dari awal tidak ada kejelasan, kami para pembimbing rohani yang harusnya ada di dekat mereka untuk memberi kekuatan dan ketenangan sebelum eksekusi dilakukan, tapi tak kunjung dipanggil. Akhirnya kami bilang kepada penjaga lapas, ini tidak bisa begini dong pak, kami harus di samping mereka, akhirnya kami diperbolehkan mendampingi mereka," aku Rina.
Kepada Rina, Seck Osmane berharap mendapatkan hak hukum yang sama terhadap para napi lainnya. Keinginannya untuk mengabdi ke jalan Tuhan membuat Seck Osmane meminta grasi kepada Presiden Joko Widodo. Namun sebelum mendapat kepastian, ia sudah dieksekusi.
Selain Rina, sang adik yang tak mau disebutkan namanya juga mendampingi Osmane di akhir hayatnya. Pria yang mengenakan baju warna kuning ini mengaku sudah menerima kepergian sang kakak.
"Dia adalah kakak tertua kami semua, dia terbaik dan kami mencoba menerima ini semua, saya meyakini dia sudah tenang di Surga sekarang," ujarnya.
Rencananya jenazah Osmane akan dimakamkan di negara asalnya sesuai dengan wasiat mendiang. Dan rencananya akan diberangkatkan ke Nigeria pada Senin (1/08). (mdk/rnd)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya