Kesaksian Rocky Gerung dan Tompi di Sidang Ratna Sarumpaet
Merdeka.com - Sidang kasus penyebaran berita bohong atau hoaks atas terdakwa Ratna Sarumpaet kembali dilanjutkan, Selasa (23/4) kemarin. Sidang yang dilaksanakan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan itu menghadirkan dua saksi, pengamat politik Rocky Gerung dan Dokter Teuku Adifitrian alias Tompi.
Keduanya menjelaskan beberapa kebohongan Ratna. Namun menurut Ratna, kesaksian Rocky dan Tompi justru tak penting. "Karena yang disangkakan ke saya keonaran, enggak ada hubungannya dengan mereka berdua," kata Ratna.
Berikut kesaksian-kesaksian Rocky Gerung dan Tompi dalam sidang Ratna Sarumpaet:
Tompi Awalnya Tahu dari Postingan Fadli Zon
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comTompi menjelaskan kecurigaannya terhadap wajah Ratna yang saat itu terlihat bengkak. Tompi yang juga seorang dokter bedah plastik itu tahu keadaan Ratna saat itu.
"Pertama kali saya mengetahui dari postingan Pak Fadli Zon dengan Bu Ratna. Twit Pak Fadli Zon bahwa telah terjadi pemukulan terhadap Bu Ratna. Saya kemudian menawarkan bersedia menolong dan juga mengutuk peristiwa itu. Saya Whatsapp Glenn Fredly karena dia dekat dengan anak Bu Ratna, tanyakan apa benar pemukulan. Kata Glenn, tidak ada respons," tutur Tompi.
Saat awal kabar itu berseliweran di sosial media, Tompi mengaku masih percaya total. Namun ketika mulai viral foto lebam wajah Ratna, dia kemudian merasa ada kejanggalan yang muncul satu persatu.
"Itu saya baca pagi awal hari, kemudian sampai siang sore banyak foto berseliweran lebih close up. Saya mulai curiga pas baca kronologis pemukulan oleh twit Fadli Zon. Kejadian di Bandung, terjadi pemukulan, kemudian dilempar ke jalan. Saya sebagai dokter umum dan pernah belajar forensik, kita tahu luka-lukanya seperti apa," jelas dia.
Penjelasan Detail Tompi
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comMasih dalam kesaksiannya, Tompi mengaku sempat mencocokkan struktur wajah Ratna yang lebam dengan dugaan pemukulan. Dia kemudian membeberkan kejanggalan temuannya."Saya gambarkan, karena saya memang dokter bedah plastik, tipikal simetrik sayatan kanan kiri ini ada di prosedur bedah plastik. Saya semakin yakin ketika ada foto yang rambutnya diikat, kita ada treatment untuk ikat rambutnya supaya nggak kotor (saat operasi)," beber Tompi.Hingga malam hari, Tompi kemudian yakin dengan dugaannya bahwa bukan pemukulan yang dialami oleh Ratna Sarumpaet. Lebam tersebut berasal dari tahapan alami usai menjalani operasi bedah plastik. "Kemudian lihat foto dengan background latar belakang yang ada pembandingnya juga di media sosial foto dokter sebuah rumah sakit. Malam itu saya ngetwit ini bukan pemukulan. Ini bedah plastik," Tompi menandaskan.
Rocky Pertanyakan Ratna Sebagai Aktivis Demokrasi
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comRocky mengenal Ratna Sarumpaet sebagai seorang aktivis demokrasi. Dengan kasus penyebaran berita bohong atau hoaks yang menjeratnya, Rocky pun mempertanyakan integritas dari ibunda Atiqa Hasiholan itu."Aktivis demokrasi berbohong. Jadi saya tagih integritasnya," tuturnya.Rocky menyatakan, tidak ada lagi persoalan apapun usai Ratna meminta maaf ke publik. Namun hingga saat ini, dirinya pun mengaku bingung apa sebenarnya alasan kebohongan itu dimainkan."Saya anggap ya sudah, sudah minta maaf ya sudah, enggak ada soal lagi buat saya. Karena itu saya pakai kata integritas. Saya tekankan, apalagi terhadap pejuang demokrasi, integritas itu adalah sekarang harga mati," jelas Rocky.
Rocky Jengkel dengan Kebohongan Ratna
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comRocky mengaku jengkel setelah mengetahui kabar kalau Ratna berbohong. Ia merasa dibohongi tentang pernyataan Ratna saat itu. Rocky menyatakan permintaan maaf Ratna tidaklah secara personal. Namun berdasarkan pengakuannya ke publik dan permohonan maafnya saat jumpa pers."Ya konpersnya tanggal berapa saya lupa. Yang jelas setelah tanggal 2 atau tanggal 3, tapi jauh hari menyatakan bahwa beliau saudara Ratna berbohong intinya itu, lalu saya bereaksi, saya jengkel. Saya bilang saya dibohongi, saya juga dibohongi, ya sudah. Ya dia sudah minta maaf, ya sudah," tutur Rocky.Kejengkelan Rocky makin bertambah karena terus dibully, seolah-olah ia menjadi bagian dari peristiwa itu. "Saya jengkel karena saya di-bully terus seolah-olah saya adalah bagian dari peristiwa itu. Maka saya seperti biasa bercanda sebagai agak abstrak bahwa gue aja dibohongi, ya sudah. Tapi dia juga minta maaf, ya sudah juga. Tapi kenapa saya masih juga di-bully oleh 'bong', waktu itu semacam satire," kata Rocky.
(mdk/has)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya