Kesaksian penumpang pesawat saat lindu 7 SR guncang NTB
Merdeka.com - Gempa 7,0 Skala Richter (SR) di Lombok, Nusa Tenggara Barat, mengakibatkan ratusan calon penumpang di Bandara Praya Lombok, berhamburan menuju landasan pacu menyelamatkan diri dari reruntuhan gedung.
"Gempa terasa sangat keras sekitar 3 menit. Sesaat kemudian listrik padam di sejumlah bagian gedung terminal. Calon penumpang panik," kata Deasy Saputra dikutip dari Liputan6.om, Minggu (5/8).
Deasy yang bekerja di Kementerian Sosial sebagai Tenaga Humas Pemerintah mengatakan, dirinya tiba di gedung terminal Bandada Praya sekitar pukul 19.00 WIB.
Sesuai jadwal, dia akan terbang menggunakan pesawat Lion Air JT 655 tujuan Jakarta pukul 20.30 WIB langsung melapor kepada petugas check ini. Kemudian menuju ruang tunggu.
"Baru saja duduk, gempa dengan kuat besar mengguncang. Calon penumpang sebagian berlarian menuju ruang check in, berlindung di bawah meja dan sebagian lagi menuju ruang terbuka landasan pacu," ujarnya.
Saat gempa, sekitar 75 persen listrik di bandara sempat padam, meskipun sekitar lima menit kemudian nyala kembali. Setelah itu, petugas bandara berusaha melakukan evakuasi, terutama calon penumpang yang menggunakan kursi roda.
Hingga berita ini diturunkan, Deasy yang baru selesai bertugas menyerahkan bantuan pertama pemerintah kepada korban gempa di Lombok tersebut mengatakan, penerbangannya tujuan Jakarta belum ada tanda-tanda diberangkatkan.
"Pesawat JT 655 sudah ada di landasan pacu, tapi hingga kini belum ada pengumuman untuk diberangkatkan," kata Deasy.
(mdk/did)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya