Kesaksian mengerikan WNI lihat konflik berdarah di Yaman
Merdeka.com - Konflik antara militer pemerintah Yaman melawan kelompok pemberontak Houti semakin memanas. Situasi semakin runyam ketika sembilan anggota Liga Arab yang dipimpin Arab Saudi ikut dalam perang membombardir kelompok Houti. Bagaimana tidak, justru 40 warga sipil terbunuh dalam penyerangan di kamp pengungsian sebelah utara Yaman.
Mereka tewas dibombardir jet tempur negara-negara Liga Arab yang menduga di daerah tersebut merupakan markas Houti sepanjang lima hari terakhir. Serangan paling fatal terjadi di markas pengungsi al-Mazraq di Provinsi Hajjah, dekat perbatasan Saudi.
Kondisi terakhir menyebutkan sekitar 62 anak kecil menjadi korban serangan mesin tempur Liga Arab ini, dan 30 balita terluka. Sementara itu di kawasan Kota Aden, 82 WNI dikabarkan terjebak dalam baku tembak antara kelompok pemberontak dengan militer pemerintah.
Salah satu WNI di Yaman yang dievakuasi ke Tanah Air Ahmad Masyhur (23), menceritakan kengerian konflik di Yaman. Mahasiswa Universitas Darululu Masyiah, Yaman ini mengatakan serangan para pemberontak sering terjadi malam hari.
"Berbeda-beda di setiap tempat, kalau di tempat saya di Provinsi Huadedah perang hanya terjadi di malam hari," kata Ahmad kepada wartawan di Bandara Soekarno-Hatta di Terminal 2, Tangerang, Minggu (5/4).
Dia menuturkan perang lebih parah terjadi di Ibu Kota Yaman. Perang itu terjadi hampir setiap saat dan tanpa jeda. "Tapi di beberapa kota, terutama Ibu Kota Yaman itu serangan siang hari malam hari enggak ada waktu jeda," ungkapnya.
WNI yang lain, Ginda Hasibuan (24) mengaku tidak percaya bisa kembali ke Tanah Air, karena kondisi di sana sudah tidak kondusif karena adanya konflik. Sudah satu minggu dia tidak bisa tidur lantaran diliputi rasa takut yang mencekam.
"Kondisi sudah darurat, tempat berlindung tidak ada jaminan aman. Jadi saya masih kayak enggak yakin saja sudah pulang ke Indonesia," kata warga asal Medan ini saat tiba di Common Lounge Terminal 2 Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
Ginda yang kuliah di Universitas Darul Ulum Hudaidah Yaman ini, menceritakan kondisi yang mencekam selama bertahan di sana. "Setiap malam ada lima belas kali serangan pesawat ke kota Hudaidah yang jaraknya sekitar 2 km dari universitas saya," jelasnya.
Akibat konflik tersebut dirinya mengaku sudah satu minggu tidak istirahat. Selama itu dia mencoba bertahan di universitas hingga akhirnya dijemput tim evakuasi Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI.
"Banyak yang dievakuasi dari Kota Hudaida. Di Kota Jizan juga ada sekitar 300 orang yang belum pulang," katanya.
Kemarin, 110 WNI yang dievakuasi dari Yaman tiba di Bandar Udara Soekarno-Hatta, Tangerang. Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi menyambut para WNI tersebut di Terminal 2 bandara.
Mereka diangkut Qatar Airways, Etihad, dan Emirates dalam penerbangan yang berbeda-beda. Mereka adalah rombongan awal WNI yang dievakuasi melalui Kota Jizan, Arab Saudi, setelah diangkut keluar dari area konflik Yaman melalui jalur darat.
Dalam perkembangan terakhir, lebih dari seribu WNI berhasil dievakuasi dari titik-titik rawan di Yaman. TNI Angkatan Udara turut membantu evakuasi dengan menerbangkan para WNI dari lokasi transit di Jizan ke Kota Muscat di Oman.
Selain 110 WNI yang baru saja tiba, rencananya tim evakuasi di Yaman akan memulangkan 152 WNI lainnya hari ini.
Di luar rute evakuasi melalui jalur darat dan udara, WNI di Kota Aden harus menempuh perjalanan kapal. Sejauh ini baru 20 WNI yang telah tiba dengan selamat dari Aden menuju Djibouti, untuk selanjutnya diterbangkan ke Tanah Air menggunakan pesawat komersial.
Rencananya, 100 WNI akan menempuh perjalanan laut keluar dari Aden yang kini jadi titik panas konflik Liga Arab versus pemberontak Syiah Houthi yang menggulingkan pemerintah sah Yaman.
Dari data pemerintah, ada 4.159 WNI yang tersebar di berbagai wilayah di Yaman. Ketika kondisi belum seburuk sekarang, ada 141 orang dari 175 WNI mendaftar pemulangan, telah sukses kembali ke Tanah Air.
Mayoritas WNI di negara tersebut adalah mahasiswa sebanyak 2.626 orang, serta pekerja profesional di bidang minyak dan gas sebanyak 1.488 orang.
(mdk/eko)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya