Kerusuhan di Rutan Bengkulu, petugas BNNP diserang batu dan bambu
Merdeka.com - Penghuni Rumah Tahanan (Rutan) Negara Malabero di Kelurahan Sumur Meleleh, Kota Bengkulu mengamuk dan membakar rutan sekitar pukul 21.30 WIB, Jumat (25/3). Mereka mengamuk lantaran salah satu rekannya yang diduga gembong narkoba di dalam Rutan ditangkap Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bengkulu.
Kepala BNNP Bengkulu, Budiharso menduga penyerangan yang dilakukan tahanan terhadap petugasnya itu sudah dipersiapkan secara matang. Sebab, saat bentrokan terjadi, para tahanan melempari anggota BNNP menggunakan batu dan bambu.
"Saya tidak bisa mengatakan itu (penyerangan sudah direncanakan), tapi fakta di lapangan mengatakan bambu sudah melayang, ada batu melayang," kata Budiharso saat dihubungi merdeka.com, Jakarta, Sabtu (26/3).
Budiharso menyesalkan penyerangan yang dilakukan para tahanan. Apalagi, pihaknya belum sempat mengamankan barang bukti dari pelaku yang diduga mengendalikan pengedaran narkoba dari dalam rutan tersebut.
"Dari tersangka yang di dalam belum dapat, karena saat itu terjadi keributan sampai kebakaran," jelasnya.
"Cuma dari tersangka yang di luar ada barang bukti sabu yang dimasukkan ke dalam makanan namanya lemang," ucap Budiharso.
Diberitakan sebelumnya, penggeledahan di dalam rutan dilakukan setelah BNN menangkap pengedar narkoba. Dia membeberkan adanya pengendalian dan pengedaran narkoba dari dalam rutan tersebut.
"Memang itu adalah hasil pengembangan yang dari luar lapas, dari tersangka yang kami tangkap mengarahnya ke salah satu narapidana di rutan," kata Budiharso.
"Akhirnya anggota BNN dengan Polda berkoordinasi dengan pihak Kemenkumham dan kepala rutan. Setelah itu mengambil narapidana di rutan dan mengamankan orang itu," tambahnya. (mdk/noe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya