Kereta api hantam minibus di Sumut, 2 tewas dan 2 luka
Merdeka.com - Kecelakaan terjadi di perlintasan kereta api tanpa pintu pengaman di Desa Antara, Limapuluh, Batubara, Sumut, Kamis (17/8) sore. Minibus yang ditumpangi satu keluarga ditabrak kereta api dan menyebabkan 2 orang tewas dan 2 lainnya luka-luka.
Berdasarkan informasi dihimpun, korban tewas yaitu Parni (57), warga Dusun V, Desa Antara, Kecamatan Limapuluh, Batubara, dan Sunan (40) warga Jalan Pembangunan, Percut Sei Tuan, Deli Serdang.
Sementara korban luka masing-masing bernama Ipeh (7), Yuni (34). Seluruh korban masih berkerabat menumpang mobil Kijang Kapsul BK 1602 GE dari arah Pabrik Kwala Gunung menuju Kota Limapuluh.

Mobil yang ditumpangi keluarga ini dikemudikan Sunan. Sekitar pukul 16.00 Wib, mereka tiba di perlintasan kereta api tanpa pengaman di kawasan perkebunan kelapa sawit. Di saat bersamaan, KA Putri Deli dari arah Medan menuju Tanjung Balai juga melintas di sana. Tabrakan tak terhindarkan.
"Jadi kronologi kejadiannya, pengemudi mobil Kijang Kapsul BK 1602 GE datang dari Kuala Gunung dengan tujuan ke Kota Lima Puluh, setibanya di TKP perlintasan kereta api, mobil tersebut belum sempat menyebrang sehingga terjadi kecelakaan," kata Ipda Manibul Siagian, Kanit Laka Satlantas Polres Batubara, Jumat (18/8).
Akibat tabrakan itu, mobil minibus ringsek. Kendaraan itu terseret sekitar 20 meter. "Penumpangnya ada 4, satu di antaranya tewas di tempat," jelas Manibul Siagian.
Korban tewas di tempat yaitu Parni. Dia langsung dibawa ke rumah duka. Sementara tiga korban luka sempat dirawat di Klinik Alhanauza di Desa Petatal, Talawi, Batubara.
Sunan yang terluka parah kemudian dirujuk ke rumah sakit. Namun dia tak mampu bertahan dan meninggal dunia dalam perawatan.
Akibat kecelakaan ini, perjalanan kereta api pun sempat terhenti. KA Putri Deli anjlok akibat benturan keras itu. Penumpang bahkan menggunakan moda transportasi lain untuk sampai di tujuannya. (mdk/noe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya