Kereta api dan KRL harus antre akibat Jakarta dikepung banjir
Merdeka.com - Banjir yang melanda Ibu Kota berdampak pada keterlambatan kedatangan maupun keberangkatan kereta api menuju daerah. Sebab, genangan air yang tinggi di beberapa titik-titik stasiun membuat antrean kereta api maupun commuter line yang beroperasi di Jabodetabek.
"Mengganggu perjalanan tapi tidak mengganggu operasional kereta api. Karena beberapa titik stasiun kereta api tergenang oleh air," ujar Vice President Public Relation PT KAI, Sugeng Priyono saat dihubungi merdeka.com, Senin (20/1).
Beberapa titik yang tergenang air akibat banjir yakni di Stasiun Kota, Kampung Bandan, Stasiun Tanah Abang, sebagian Depo Stasiun Jatinegara dan Depo KRL Bukit Duri. Jalur-jalur yang tergenang air setidaknya bagi KRL maupun Kereta Api mengakibatkan pengurangan kecepatan sehingga berdampak pada antrean.
"Kesimpulan, secara umum tidak terganggu, hanya jika masuk ke Jakarta melalui titik rawan banjir tadi muncul antrean," ucapnya.
Sementara itu, untuk lintas tengah terganggu karena ketinggian air di Stasiun Kampung Bandan pasang surut, sehingga untuk jalur lopline seperti Kota Tua menuju Jatinegara harus terhenti di Kemayoran. Apabila, masih terjadi genangan terus menerus maka mengganggu perjalanan kereta api maupun KRL.
"Kalau penurunan penumpang tidak terlalu signifikan. Kalau lewat jalan raya kan malah lebih parah," ucapnya.
Topik pilihan: Kemacetan Jakarta | Jokowi ahok
Menurutnya, untuk hari ini sudah sedikit lancar, seperti stasiun Tanah Abang sudah dapat dilalui dan ketinggian air di stasiun Kampung Bandan juga sudah mulai surut. Namun, antrean kereta api masih terjadi karena jadwal kedatangan untuk kereta api dari jawa timur bersamaan dengan keberangkatan dari KRL.
"Contoh ya, kereta Surabaya menuju Jakarta, itu dari stasiun Cikampek ke stasiun Bekasi ada keterlambatan 30 menit. Untuk dari Bekasi menuju Jakarta bisa satu jam. Itu akibat antrean kereta yang harus mengurangi kecepatan saat melintas jalur yang tergenang air," jelasnya.
Sugeng juga mengimbau kepada penumpang kereta api jarak jauh yang berangkat dari stasiun di Jakarta untuk tepat waktu seperti biasanya. Sebab, PT KAI tidak memberikan kompensasi bagi penumpang yang terlambat datang dengan alasan akses menuju stasiun dikepung oleh banjir.
"Saya juga mengimbau kepada penumpang untuk menyesuaikan diri dengan jadwal. Jangan mentang-mentang banjir nanti datang ke stasiun terus kereta sudah berangkat minta kompensasi dengan alasan banjir, itu tidak bisa," jelasnya.
PT KAI mengantisipasi agar tidak terjadi banjir ke depannya dengan lebih mengintensifkan gorong-gorong agar tidak dihambat oleh sampah. Perilaku masyarakat yang membuang sampah sembarangan justru akan menimbulkan genangan-genangan baru.
"Intinya air-air ini harus segera dibuang lewat saluran, kalau tidak ada salurannya seperti rob ini repot, saluran air yang ada secara intensif kita bersihkan agar tidak mengganggu jalan air," katanya.
(mdk/hhw)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya