Kerap tarik pungli di Pelabuhan Gilimanuk, dua polisi dibekuk
Merdeka.com - Operasi pemberantasan pungutan liar (pungli) yang dilakukan Polda Bali ternyata berhasil menjaring dua oknum anggota polisi yang bertugas di wilayah Gilimanuk, Jumat (28/10). Kedua oknum polisi berpangkat bintara tersebut terjaring operasi tangkap tangan (OTT) saat keduanya melaksanakan tugas di pelabuhan Gilimanuk, dini hari.
Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, dua orang oknum anggota polisi yang terjaring OTT tersebut Bripka KSP dan Aiptu WK. Sebelum mereka tertangkap, petugas dari Polda Bali yang melakukan penyamaran sempat melakukan pengintaian sejak cukup lama.
Kemudian sekira pukul 03.00 dini hari tadi, salah satu anggota tim dari Polda Bali naik salah satu mobil travel yang baru turun dari kapal hendak masuk Bali. Kemudian sopir travel tersebut menyerahkan surat-surat kendaraan yang diselipi uang Rp 2.000 kepada Bripka KSP yang sehari-hari bertugas di Polsek Kawasan Laut Gilimanuk.
Saat dia menerima surat-surat itulah langsung ditangkap. Setelah menangkap Bripka KSP, kemudian ada sopir truk yang melempar uang Rp 4.000. Jadi total uang pungli yang diterima KSP adalah Rp 6.000.
"Saat ditangkap dia (Bripka KSP) belum sempat memeriksa surat-surat yang diselipi uang oleh sopir itu," ujar seorang sumber di Gilimanuk, Juamat (28/10).
Selain Bripka KSP, tim juga mengamankan Aiptu WK anggota induk III PJR Gilimanuk. Aiptu WK juga ditangkap saat memeriksa surat-surat kendaraan trailer. Namun tidak diketahui berapa uang yang dijadikan barang bukti penangkapan Aiptu WK.
Setelah ditangkap, kedua oknum polisi yang diduga melakukan pungli itu langsung dibawa ke Polda Bali untuk proses lebih lanjut.
Di sisi lain pasca ditangkapnya dua oknum polisi tersebut, pemeriksaan di Gilimanuk baik di pintu masuk maupun di pintu keluar pelabuhan Gilimanuk masih tetap berjalan seperti biasanya. Namun anggota yang bertugas terkesan mengalami dilema karena mereka takut terjebak seperti dua temannya itu.
"Kita sudah melakukan pemeriksaan dengan benar tetapi takut kalau ada yang menjebak kami," ujar salah satu anggota polisi.
Kapolres Jembrana AKBP Djoni Widodo, enggan berkomentar banyak terkait penangkapan dua oknum anggotanya oleh Tim OTT Polda Bali. Namun dia mengatakan sejak adanya perintah Presiden pihaknya sudah mewarning anggota dan seluruh jajarannya.
Warning tersebut menurut Djoni Widodo disampaikannya secara lisan maupun secara tertulis. Pihaknya selalu mengingatkan terkait adanya pelayanan yang baik dan maksimal kepada masyarakat dan menegaskan jangan ada yang melakukan pungli.
"Kami sudah membuat banyak inovasi untuk menghindari adanya celah pungli. Kami sudah sering ingatkan anggota dan jajaran. Soal penangkapan itu, saya coba untuk cari tahu," tutup Widodo.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya