Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kerap diterjang banjir, ribuan pohon Duku Komering mati

Kerap diterjang banjir, ribuan pohon Duku Komering mati Ilustrasi Banjir. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Luapan Sungai Komering di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur yang hampir terjadi setiap tahun, membuat ribuan batang Duku Komering mati. Alhasil, populasi buah asli Bumi Sriwijaya yang rasanya manis itu terancam punah.

Menurut Ilyas (68), Kepala Dusun III Desa Gunung Batu, Kecamatan Cempaka, OKU Timur, matinya batang Duku Komering tersebut telah terjadi sejak sepuluh tahun terakhir. Terparah terjadi pada 2014 silam yang menyebabkan sekitar empat ribu pohon mati.

"Pohon duku sekarang sudah banyak mati karena banjir. Tidak tahu berapa jumlahnya, tapi ribuan batang," ungkap Ilyas, Senin (5/12).

Menurut dia, pohon duku yang terendam air terlalu lama tidak spontan mati. Perubahan terjadi sekitar satu tahun berikutnya yang diawali pohon itu tak produktif lagi atau buahnya berkurang dan lama-lama mengering.

"Memang kalau kena banjir pasti mati. Mau diapakan lagi. Tahun ini saja sudah lebih sebulan banjir, airnya tak surut-surut," ujarnya.

Tak hanya berakibat berkurangnya populasi, kata dia, banyaknya pohon Duku Komering yang mati itu menyebabkan penghasilan warga setiap kali panen tak sebesar dibanding beberapa tahun silam. Dia berharap pemerintah setempat memberikan solusi agar Sungai Komering tak lagi meluap dan membanjiri pemukiman dan kebun.

"Banyak ruginya, duku mati, pohon jeruk mati, apalagi pepaya yang memang tak bisa terendam air. Kalau banjir terus bisa-bisa habis semuanya," tukasnya.

Untuk diketahui, selain Duku Komering, OKU Timur juga dikenal sebagai daerah penghasil pepaya California. Hampir di lahan-lahan kosong di sekitar rumah warga ditanami pepaya. (mdk/cob)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP