Keranjingan judi game online, 9 ABG bobol pura di Bali
Merdeka.com - Sembilan Anak Baru Gede (ABG) digiring ke Polsek Kuta Selatan karena melakukan aksi pencurian di Pura Telega Bendesa Manimas Balangan, Jimbaran, Kuta Selatan. Ironisnya, aksi pencurian itu dilakukan lantaran mereka keranjingan judi game online.
Bahkan akibat ketagihan judi online, kesembilan ABG ini sudah menyasar 7 lokasi pura untuk mengambil uang kotak sesari (kota amal) serta Pratima (benda sakral).
Kapolsek Kuta Selatan Kompol I Wayan Lantra mengatakan, pengungkapan kasus tersebut berdasarkan laporan warga kepada petugas yang sedang berada Tempat Kejadian Perkara (TKP). Warga terlihat mengejar para pelaku dan menyerahkan tiga unit sepeda motor yang sudah diamuk masa saat ditinggal kabur pelaku.
"Jadi, aksi mereka ini diketahui oleh pengempon pura. Kebetulan lewat dan melihat gembok pura dirusak dan anak-anak terlihat hendak membobol pintu pura tempat penyimpanan pertima," ungkapnya.
Melihat aksi itu, pengempon atau penjaga pura langsung teriaki para ABG itu maling. Para ABG anak di bawah umur itu langsung kabur. Sehingga masa yang berdatangan pun langsung melakukan pengejaran.
"Warga akhirnnya berhasil mengamankan empat orang anak. Di antaranya berinisial, Inah (16), Lsh (16), Asm (15) dan Iky (14). Untung tidak sempat di masa karena petugas patroli yang tiba dengan cepat langsung mendinginkan situasi dan amankan empat orang itu ke mapolsek bersama tiga sepeda motor yang dirusak.
Setelah dilakukan pengembangan, akhirnnya ke empat orang ini mengaku bahwa aksi yang dilakukan itu ternyata bersama lima orang teman lain.
Kemudian petugas melalukan pengembangan dan berhasil mengamankan lima pelaku lainnya, yaitu Kya (14), Mha (14), Lek (16) Rrm (15) dan Pap (14). "Motif pencurian itu mereka keranjingan judi game online. Lantaran ingin main lagi sehingga mereka curi itu," ujarnya.
"Ternyata selama ini mereka sudah beraksi di 7 TKP lain yang juga masih berelada di kawasan hukum Denpasar Selatan," paparnya.
Akibat ulah mereka itu, pihak orangtua dan keluarga dipanggil. "Nanti kita akan dudukan para orangtua mereka. Kami juga akan ajak Satpol PP untuk sidak game-game online yang ada. Jika tidak ada izin maka akan di tutup," tandasnya.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya