Kepsek & guru SD Waibu Jayapura dianiaya orangtua murid
Merdeka.com - Sekolah Dasar (SD) Inpres Doyo Lama Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura, Papua akhirnya meliburkan seluruh siswanya. Hal ini dikarenakan Kepala Sekolah dan seorang gurunya dipukul oleh orang tua siswa di dalam sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura Alpius Toam, ST.MMT mengaku sangat menyayangkan kejadian pemukulan yang diduga dilakukan orangtua siswa tersebut. Menurutnya, tindakan pemukulan kepsek dan seorang guru adalah sebuah tindakan pelecehan terhadap profesi guru karena aksi pemukulan itu dilakukan di hadapan siswa dan beberapa guru lain.
"Saya sangat sesalkan tindakan pemukulan ini dan kasus seperti ini sudah kerap terjadi di SD Inpres Doyo Lama ini. Kejadian ini sangat keterlaluan oleh karena itu saya meminta supaya kasus ini dilaporkan ke polisi sehingga dilakukan proses hukum dan akhirnya menjadi efek jera," ujar Alpius seperti dikutip dari Antara, Rabu (19/6).
Alpius mengatakan untuk sementara proses belajar diliburkan sampai proses hukum berjalan dan ada jaminan keamanan. Dimana pihaknya tegas menyatakan setiap perlakuan yang tidak baik kepada guru supaya diproses hukum dan tidak ada pernyataan perdamaian, tapi harus diproses hukum supaya ada proses pembelajaran kepada semua pihak.
Sebelumnya Kepala Sekolah SD Inpres Doyo Lama, Distrik Sentani Barat bernama Endang Sriwijaya Ningsih dan seorang guru Dina Yabansabra terpaksa mendatangi Mapolres Jayapura, Selasa (18/6). Pasalnya kepsek dan seorang guru ini menjadi korban penganiayaan yang diduga dilakukan oleh orangtua siswa berinisial YS.
"Ya memang kedua korban bersama beberapa orang guru sudah datang melapor. Kini kasus penganiayaan tersebut sedang dilakukan penyelidikan," ungkap Kapolres Jayapura AKBP Rocyke Harry Langie, SIK, MH ketika dikonfirmasi di tempat terpisah.
Kapolres menjelaskan, kronologisnya terjadi pada Senin sekitar pukul 10.15 WIT pelaku mendatangi sekolah sambil marah-marah dan berteriak mencari guru kelas V serta kepala sekolahnya. Kemudian pelaku masuk ke dalam ruangan korban (kepsek) dan saat itu korban masih mempersilakan pelaku untuk duduk namun pelaku memilih berdiri.
"Jadi saat korban menawarkan untuk duduk namun pelaku tidak mau tapi malah menganiaya korban selanjutnya pelaku pergi mencari guru (korban lainnya) dan langsung menganiaya," urainya.
Setelah pelaku menganiaya kepsek dan seorang guru kemudian pelaku kembali ke ruangan kepsek hendak menganiaya lagi namun dipisahkan oleh seorang guru sehingga kemudian pelaku pulang.
"Kasus ini sedang dilakukan penyelidikan. Sejumlah saksi-saksi termasuk saksi korban dan beberapa orang guru sudah dimintai keterangannya guna mengungkap motif pelaku melakukan penganiayaan," pungkasnya. (mdk/hhw)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya